Warga melakukan evakuasi di reruntuhan bangunan yang roboh diguncang gempabumi di Mamuju. (BP/Istimewa)

MAMUJU, BALIPOST.com – Puluhan umat Hindu di Mamuju jadi korban gempabumi yang melanda kabupaten itu dan Majene pada Jumat (15/1) dinihari. Puluhan warga itu mengungsi di Pura Agung Sthana Dewata Mamuju, belakang Kantor Bupati Mamuju dan lokasi lainnya.

Menurut Ketua PHDI Kab. Mamuju, Drs. I Wayan Buja, M.Pd., yang dihubungi lewat telepon, Sabtu (16/1), warga yang mengungsi ini belum tersentuh bantuan. Baik dari pemerintah setempat maupun pusat. Warga Mamuju asal Bali memanfatkan cadangan logistik keluarga sambil menunggu datangnya bantuan.

Wayan Buja berharap bantuan segera datang termasuk memohon bantuan kepada masyarakat Bali untuk meringankan beban warga Mamuju asal Bali. Bantuan bisa disalurkan ke rekening Posko Umat Hindu Mamuju atas nama I Wayan Putra Suarjana ke rekening BNI No. 0749869809. Umat juga bisa mengontak langsung Ketua Posko I Wayan Putra Suarjana di HP 081343818029.

Baca juga:  Selain COVID-19, Ini Ancaman Dihadapi Bali

Ia mengungkapkan saat ini jumlah warga asal Bali yang menetap di Mamuju berjumlah sekitar 100 orang. Selain sumbangan uang, ia mengatakan warga Bali di perantauan membutuhkan bahan pangan, pakaian, dan logistik untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, dikutip dari Kantor Berita Antara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulawesi Barat sebanyak 46 jiwa. Terdiri atas sembilan korban di Majene dan 37 korban jiwa di Mamuju.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Dr Raditya Jati, dalam siaran persnya, Sabtu (16/1), mengatakan gempa yang terjadi pada Jumat (15/1) tersebut mengakibatkan sebanyak 15.000 jiwa terdampak dan mengungsi. “Sebanyak 10 titik pengungsi di Majene dan lima titik pengungsi di Mamuju,” kata dia.

Baca juga:  Ini, Pemicu Gempa Majene yang Sebabkan Puluhan Tewas dan Ratusan Luka-luka

Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 tersebut mengakibatkan 826 jiwa mengalami luka-luka. Rinciannya di Majene sebanyak 637 jiwa dan Mamuju sebanyak 189 jiwa.

Gempa tersebut mengakibatkan kerugian materiil yakni satu unit kantor Danramil rusak, satu unit fasilitas kesehatan rusak, 415 rumah rusak, dan satu minimarket rusak di Kabupaten Majene.

Sementara di Kabupaten Mamuju mengakibat satu unit hotel rusak, satu minimarket rusak, satu unit kantor Gubernur Sulbar, dua unit fasilitas kesehatan, satu unit jembatan rusak, dan satu unit pelabuhan rusak.

Gempa tersebut juga mengakibatkan tiga titik jalan di Majene putus, jaringan listrik padam dan jaringan seluler putus. Saat ini, listrik dan jaringan seluler kembali pulih. Untuk jalan juga sudah bisa dilalui.

Baca juga:  Segini, Jumlah Gempa Susulan Dicatat BMKG hingga Hari Ini

Dia menambahkan BNPB memberikan bantuan dana sebesar Rp 4 miliar, delapan set tenda isolasi, 19 set tenda pengungsi, lima unit light tower, 2.004 makanan tambah gizi, 2.004 makanan siap saji, 500 paket baby kit, 500.000 masker kain, 200 unit velbed, 700 lembar selimut dan empat unit heli dikerahkan.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan yakni sembako, selimut dan tikar, tenda pengunsi, pelayanan medis, masker, alat komunikasi, terpal, alat eskavator, air dan sanitasi, protokol kesehatan belum diterapkan di pengungsian, dan APD untuk petugas. (Sueca/kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.