Petugas bersama warga berupaya memadamkan api di gudang kayu milik warga di Banjar Penatahan, Desa Susut (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Kebakaran melanda sebuah gudang kayu milik warga di Banjar Penatahan, Desa Susut, Kamis malam (14/1). Diduga kebakaran terjadi dipicu dari api tungku yang menyambar gudang. Akibat musibah tersebut pemilik gudang Sang Gede Arimbawa (45) mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 wita. Kebakaran pertamakali diketahui saksi Sang Putu Widnyana. Awalnya saksi mendengar lolongan anjing. Setelah mengecek ke luar rumah, saksi melihat kobaran api di gudang milik korban.

Baca juga:  Saat Nyepi, Kadar Karbondioksida Turun 50 Persen

Saksi selanjutnya memanggil korban dan bersama-sama mengecek ke gudang. Keduanya mendapati gudang sudah terbakar. Dibantu warga sekitar, korban dan saksi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya seperti pasir dan air yang ada di sekitar TKP. Sekitar lima belas menit kemudian, mobil pemadam kebakaran Pemkab Bangli tiba di TKP dan ikut membantu upaya pemadaman.

Kapolsek Susut AKP I Made Gede Widia Adnyana dikonfirmasi Jumat (15/1) membenarkan adanya peristiwa kebakaran itu. Dikatakan, penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian. Dimana karyawan korban sebelumnya sempat menyalakan api pada tungku. Diduga api menyambar gudang kayu yang berada di samping tungku.

Baca juga:  17 September, Tarif e-Parkir di Tabanan Cuma Rp 179

Atas kejadian tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian Rp 15 juta. “Nihil korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut,” ujarnya.

Wakapolsek Susut Iptu I Wayan Suyasha menambahkan saat peristiwa kebakaran terjadi, wilayah Penatahan dilanda hujan. Namun besarnya kobaran api menyebabkan bangunan gudang dan kayu bekas yang ada di dalamnya ludes. Api kemudian berhasil dipadamkan masyarakat dibantu petugas damkar dan anggota Polsek Susut tak lama saat kejadian. (Dayu Rina/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.