Gubernur divaksinasi COVID-19 pada Kamis (14/1). (BP/Istimewa)

DEPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 di Provinsi Bali, Kamis (14/1). Penyuntikan vaksin perdana ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Denpasar.

Penyuntikan vaksin di bagian lengan kiri orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali ini dilakukan oleh dr. Putu Gede Surya Wibawa, M.Biomed, Sp.PD. yang merupakan salah satu dokter penyakit dalam di RSBM. Penyuntikan perdana terhadap Gubernur Koster dengan vaksin Covid-19 yang dikirim oleh Biofarma Bandung itu menandai program vaksinasi di Provinsi Bali resmi diberlakukan, setelah sebelumnya pada Rabu (13/1) Presiden RI Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan perusahaan asal China, Sinovac tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

“Bapak Presiden RI Joko Widodo sudah memberikan contoh langsung dan teladan kepada masyarakat Indonesia, termasuk kita di Provinsi Bali, sehingga saya yakin vaksin ini sudah bisa diterapkan bersama dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19. Untuk itu, saya menyambut baik kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah memberikan perhatian serius untuk Pulau Bali dalam rangka memberikan vaksin Covid-19,” kata Gubernur Koster saat memberikan sambutan pembuka dilaksanakannya secara resmi Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali.

Baca juga:  Usai Vaksinasi COVID-19 dan Monitoring, Ini Kata Presiden Jokowi

Gubernur Bali asal Desa Sembiran ini mengikuti seluruh tahapan vaksinasi, mulai dari kegiatan registrasi, screening kesehatan, penyuntikan vaksin Covid-19, dan terakhir memasuki ruang observasi selama 30 menit. Vaksinasi ini juga diikuti oleh 15 pejabat lainnya, seperti Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya, Kejati Bali Erbagyo Rohan, S.H., M.H., Kepala BPK RI Wilayah Bali Dr. Drs. Sri Haryono, DPD-RI Perwakilan Bali Bambang Suseno, Kepala BPOM Bali Dra. Ni G.A.N Suarningsih, Sekda Bali Dewa Made Indra, Kepala BPBD Bali Drs. I Made Rentin, M.Si., Kakesdam IX/Udayana I Made Mardika, Kepala BPKP Bali Muhammad Masykur, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Deputi BPJS Beno Herman, Direktur RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes., dan DPW PPNI Bali I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma. Usai memasuki ruang observasi selama 30 menit bersama 15 pejabat lainnya, Gubernur Bali jebolan Institut Teknologi Bandung ini berdoa agar kegiatan vaksin ini berjalan lancar sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Baca juga:  Divaksinasi COVID-19, Begini Kata Bupati Mas Sumatri

Mantan anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan, Bali menjadi prioritas dalam penanganan Covid-19, karena Bali menjadi destinasi pariwisata dunia. Untuk itu, pemerintah pusat sudah menyiapkan porsi vaksin yang cukup banyak untuk Bali dengan harapan pandemi Covid-19 ini berakhir, sehingga segenap komponen masyarakat Bali bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali.

“Kita lihat semua pariwisata Bali dan ekonomi Bali sangat terpukul akibat pandemi ini, sehingga kita berdoa agar pandemi ini berakhir, kegiatan vaksin berjalan lancar, masyarakat kita sehat, dan kita semua bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali,” ujar Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, melaporkan bahwa tujuan dari vaksinasi Covid-19 ini untuk membentuk kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi. “Dalam vaksinasi ini, kami juga akan menyasar pemberian vaksin yang jumlahnya mencapai 2.999.400, di mana secara rinci akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan tenaga penunjang faskes, termasuk tenaga tracing sebanyak 30.320. Kemudian diberikan kepada pelayan publik seperti TNI, Polri, Satpol PP, guru, hingga aparat Hukum sejumlah 263.389, dilanjutkan pemberian vaksin kepada masyarakat rentan (geo spasial, sosial ekonomi-red) sebanyak 1.290.243, dan diberikan kepada masyarakat dan pelaku ekonomi sejumlah 854.756, serta yang tidak ketinggalan pemberian vaksin ini juga menyasar masyarakat rentan (lansia-red) yang jumlahnya mencapai 560.782,” katanya memaparkan.

Baca juga:  Vaksin COVID-19 dalam Perjalanan ke Bali, Polresta Siapkan Pengamanan

Menurut Suarjaya, sasaran awal pemberian vaksin ini akan dilakukan kepada orang yang berusia 18-59 tahun, dan berikutnya disusul oleh usia 60 tahun ke atas. “Pasca diberlakukannya kegiatan vaksinasi di Provinsi Bali ini, perlu kami sampaikan bahwa para tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar yang terlebih dahulu akan mendapatkan vaksin Covid-19 ini. Mengenai jumlahnya, untuk di Kabupaten Badung mencapai 5.533 tenaga kesehatan yang siap menjalani vaksin, di Kabupaten Gianyar mencapai 4.231 tenaga kesehatan, kemudian Kota Denpasar sebanyak 12.032 tenaga kesehatan yang siap menjalani vaksin,” katanya. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.