Letjen TNI Doni Monardo. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah dua hari berturut-turut memecahkan rekor tambahan kasus COVID-19, jumlahnya pada Sabtu (9/1) turun dari sehari sebelumnya. Sayangnya, kasus baru bertambah masih di atas 10.000 orang.

Data Satgas COVID-19 Nasional menyebutkan terdapat 10.046 kasus baru yang dilaporkan. Kumulatif mencapai 818.386 orang.

Sementara itu, pasien sembuh juga masih bertambah, namun jumlahnya lebih sedikit dari kasus baru. Terdapat 6.628 orang dilaporkan sembuh. Kumulatif pasien sembuh mencapai 673.511 orang (82,3 persen).

Korban jiwa juga masih bertambah. Jumlahnya mencapai 194 orang sehingga kumulatif korban jiwa mencapai 23.947 orang (2,9 persen).

Kasus aktif mencapai 120.928 orang (14,28 persen). Sedangkan jumlah suspek mencapai 69.865 orang.

Aturan Diperketat

Tingginya kasus setelah libur akhir tahun ini, membuat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperpanjang dan memperketat aturan mengenai pembatasan perjalanan orang di dalam negeri. Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi COVID-19 ini berlaku mulai 9 Januari – 25 Januari 2021.

Surat Edaran ini juga didasarkan atas peningkatan penularan COVID-19 yang masih tinggi ditandai oleh positivity rate, kasus aktif dan penambahan kasus positif di tingkat nasional.

Baca juga:  Triwulan I 2017, BI Temukan Seribuan Lembar Uang Palsu

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, dalam siaran persenya menjelaskan bahwa perpanjangan ini dimaksudkan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 yang berpotensi meningkat akibat perjalanan orang dari satu wilayah ke wilayah yang lain. “Peraturan ini berlaku bagi seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, baik melalui udara,perkeretaapian, darat maupun laut,” ujar Doni.

Seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, wajib menjalankan protokol kesehatan. “Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pengetatan protokol kesehatan sepanjang perjalanan yang perlu dilakukan berupa penggunaan masker wajib secara benar menutupi hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis. Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum.

Baca juga:  Tumbuhkan Kepercayaan International, Tekan Angka Penyebaran Covid-19

“Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, kecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatannya,” tegasnya.

Selain itu, pelaku perjalanan dalam negeri harus mengikuti sejumlah ketentuan, salah satunya menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 2 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan jika masuk ke Bali lewat udara. Sementara untuk pengguna moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar Provinsi/Kab/Kota), pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara untuk pengguna moda transportasi laut dan kereta api antarkota wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga:  Dari 3 Desa/Kelurahan di Denpasar Tambah Korban Jiwa COVID-19 hingga Gubernur Koster Buka “Gerakan Satu Juta Krama Bali Satu Juta Yowana Bali”

Untuk perjalanan ke daerah lainnya, pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 3 x 24 jam atau rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara untuk pengguna moda transportasi laut, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR atau rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatannya.

Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi menuju ke daerah di dalam maupun luar Pulau Jawa diimbau melakukan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Tes acak rapid test antigen akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Daerah bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi umum darat apabila diperlukan.

Pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api. Bagi siapapun yang memalsukan keterangan hasil rapid tes antigen maupun RT-PCR akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *