Ilustrasi.

MANGUPURA, BALIPOST.com – Vaksin Covid-19 mulai didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia, termasuk Bali. Bali dan Jawa dipilih menjadi tempat pertama imunisasi Covid-19 lantaran kasus Covid-19 cukup tinggi. Pemerintah Kabupaten Badung sendiri telah menyiapkan ruangan khusus penyimpanan vaksin sebelum didistribusikan ke masing-masing puskesmas di Gumi Keris.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Badung, dr. Nyoman Gunarta saat dikonfirmasi Senin (4/1) membenarkan pihaknya telah menyiapkan tempat penyimpanan vaksin yang berlokasi di Kecamatan Abiansemal. “Informasi yang kami peroleh diperkirakan dini hari nanti (besok) vaksin sampai di Bali. Apa dibawa ke kabupaten atau tidak, kami masih menunggu petunjuk dari provinsi,” ungkapnya.

Baca juga:  Masif Gerakan 3T, Total Sembuh Melebihi Tambahan Kasus Baru Covid-19

Menurutnya, pihaknya memiliki tempat penyimpanan khusus di Instalasi Farmasi Kabupaten Badung yang lokasinya berdekatan dengan Puskesmas Abiansemal I, Desa Blakiuh, Abiansemal, Badung. “Begitu ada perintah mengambil untuk dibawa ke kabupaten akan kami tempatkan di cool room instalasi farmasi kabupaten sampai ada perintah tanggal berapa dilakukan vaksinasi,” katanya.

Dikatakan, vaksinasi massal akan difokuskan di masing-masing puskesmas yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Badung. Seperti diketahui, terdapat 13 puskesmas di Kabupaten Badung, yakni Puskesmas Petang II, Puskesmas Petang I, Puskesmas Abiansemal IV, Puskesmas Abiansemal III, Puskesmas Abiansemal II, Puskesmas Abiansemal I, Puskesmas Mengwi III, Puskesmas Mengwi II, Puskesmas Mengwi I, Puskesmas Kuta II, Puskesmas Kuta I, Puskesmas Kuta Selatan, Puskesmas Kuta Utara. “Kalau sudah ada perintah (Pemprov Bali) baru kita dropping masing-masing puskesmas nanti ada tim yang akan memberikan pelayanan vaksin,” ucapnya.

Baca juga:  Ketua Dewan Minta Gugus Tugas Tetap Fokus Tangani Covid-19

Terkait penerima vaksin, mantan Dirut RSD Mangusada ini menegaskan mengacu pada Juknis yang telah ditetapkan. “Juknisnya ada untuk pertama tenaga kesehatan dulu, baik medis, para medis, farmasi, kesehatan masyarakat dan lembaga pendukung lainnya yang melayani pasien Covid-19. Setelah itu baru masyarakat,” terangnya.

Sayangnya, birokrat asal Desa Sibang Gede ini enggan menyebutkan berapa jatah vaksin Covid-19 yang akan diterima Badung. “Terkait berapa jatah Badung akan memperoleh belum bisa dipastikan, karena data masih bergerak belum berani kita share,” pungkasnya. (Parwata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.