Merajan pribadi milik warga di Banjar Dinas Belong, Desa Manggis juga amblas akibat diguyur hujan deras. (BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem disertai angin kencang yang terjadi sejak Minggu (3/1) hingga Senin (4/1), mengakibatkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Material longsor menimpa akses jalan, menggangu akses lalu lintas karena pengendara tak dapat melintas.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengungkapkan, longsor yang terjadi di jalan raya menuju Tribuana mengakibatkan rumpun bambu ikut terbawa longsor. BPBD sudah lakukan penanganan dan berkoordinasi di lapangan dengan petugas jalan PU Provinsi.

Baca juga:  Nelayan Diminta Waspada, Angin Kencang Berpotensi Hingga Agustus

“Akses jalan tertutup total karena material longsoran cukup besar, sehingga pembersihan tidak bisa manual harus memakai alat berat. Sisa material tanah sudah dibersihkan memakai air dari Damkar Karangasem agar tidak licin yang dapat memicu lakalantas,” ucapnya.

Arimbawa menambahkan, selain tanah longsor, hujan deras juga mengakibatkan merajan milik I Nyoman Janu Arianta di Banjar Dinas Belong, Desa Manggis, amblas. “Pakarangan merajan yang amblas sekitar 8 meter. Yang amblas adalah pelinggih kemulan, surya, anglurah dan rong dua ikut tergerus. Untuk kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” jelas Arimbawa.

Baca juga:  BPDASHL Unda Anyar Gelar Workshop Pemanfaatan HHBK dan Jasa Lingkungan

Dia menjelaskan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan BPBD Karangasem sudah mengedarkan surat himbauan ke masing-masing desa melalui Camat. Warga diminta tetap waspada dan berhati-hati saat memasuki musim hujan. Dilarang mendekati daerah pepohonan, tebing yang berpotensi terjadi longsor. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.