Polisi melakukan pemeriksaan terkait kasus penebasan yang menyebabkan dua orang terluka parah. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Satu dari dua korban penebasan di Desa Songan, Kintamani meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim saat dikonfirmasi membenarkan informasi itu, Minggu (27/12).

Dikatakan, korban penganiayaan yang meninggal yakni Sudiatmika. Korban meninggal pada 24 Desember lalu sekitar pukul 07.30 WITA.

Selama dirawat di RSUP Sanglah, korban tidak bisa dimintai keterangan karena tak sadarkan diri. Korban sempat dioperasi dan dirawat di ICU Sanglah.

Baca juga:  Disapu Air Bah, Pipa PDAM di Bunutin Kembali Putus

Sedangkan Anjasmara, korban penganiayaan lainnya sudah dalam kondisi sadar namun belum bisa dimintai keterangan oleh polisi. “Korban masih shock dan masih dalam perawatan,” kata Androyuan.

Dalam penanganan kasus penganiayaan ini, Polres Bangli telah menetapkan satu orang tersangka. Sesuai saksi dan petunjuk. “Kami tetap memperdalam kasus tersebut. Kalaupun nanti ada keterlibatan yang lain akan diproses,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dikenakan pasal 351 ayat 3 subsider Pasal 351 ayat 2. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Baca juga:  Ari Dwipayana Sampaikan Perjalanan Panjang Intelektual Bali Perjuangkan Eksistensi Hindu

Sebagaimana yang diketahui, Polres Bangli menetapkan seorang warga Desa Songan, Kintamani, Adi Santoso (22) sebagai tersangka kasus penganiayaan yang terjadi di desa setempat, Jumat (18/12) sore. Dalam kasus tersebut, dua orang korban yang merupakan sepupu tersangka mengalami luka serius akibat terkena sabetan pedang.

Dua korban penganiayaan yakni Sudiatmika (40) dan Anjasmara (42), warga Banjar Bantas, Desa Songan A. Keduanya merupakan saudara kandung.

Baca juga:  Soal Jalan Berlumpur di Songan, Pemkab Bangli Koordinasi ke Pusat

Berdasarkan hasil interogasi polisi, motif kasus penganiayaa ini diduga karena dendam lama. Atas kasus tersebut polisi kemudian menetapkan Adi Santoso tersangka dan ditahan di Polres Bangli sejak Sabtu (19/12). Sedangkan ayahnya, Sendili, tidak ditetapkan tersangka karena tidak terlibat melakukan penganiayaan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *