Perwakilan Pabrik Aqua Mambal bersama pemerintah dan masyarakat melepaskan burung di Desa Bongkasa Pertiwi, Badung, Jumat (11/12). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tirta Investama Pabrik Mambal (Pabrik Aqua Mambal) bersama pemerintah dan masyarakat melakukan upaya pelestarian lingkungan di Desa Bongkasa Pertiwi, Badung, Jumat (11/12). Ini merupakan Corporate Social and Responsibility (CSR) yang rutin digelar dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati di kampung mandiri.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan Peraturan Desa (Perdes) Bongkasa Pertiwi nomor 12 tahun 2020, tentang perlindungan tumbuhan dan satwa langka di Desa Bongkasa Pertiwi. Kegiatan itu dihadiri Kepala Pabrik Aqua Mambal, Sekretaris DLHK Badung, Camat Abiansemal, Perbekel Bongkasa, dan beberapa undangan lainnya.

Baca juga:  Bupati Badung Undang Artis Australia Buat Video Klip di Destinasi Wisata

Kepala Pabrik Aqua Mambal, Wahyu Wulandari menerangkan bahwa upaya pelestarian lingkungan di Desa Bongkasa Pertiwi telah dilakukan mulai 2018. Di penghujung tahun ini, pihaknya juga kembali melakukan upaya tersebut dengan pelepas liaran burung yang dibarengi peluncuran Perdes nomor 12 tahun 2020.

“Ini merupakan hal yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem kita. Sehingga meningkatkan kualitas hidup kita di sini. Dan kami berterima kasih pada semuanya yang sudah bergandengan tangan berkelanjutan untuk menjalankan ini,” terang Wulandari.

Baca juga:  Penanaman Bakau di Pesisir Bali Peroleh Penghargaan ISDA Award 2024

Pelepasliaran sejumlah burung dan peluncuran perdes sangat diapresiasi Camat Abiansemal, IB Mas Arimbawa. Menurutnya bahwa desa ini merupakan satu-satunya desa yang benar dalam menyusun Perdes berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Sementara itu, ketua kelompok Kelestarian Keanekaragaman Hayati (Kehati), Agung Rai berterimakasi dan sangat mendukung atas kegiatan pelestarian lingkungan. Ia berharap desa ini kembali memiliki banyak burung. Kelompok Kehati ini merupakan binaan dari Pabrik Aqua Mambal.

Baca juga:  Pembunuhan WNA di Depan Vila: Pelaku Masuk Bali pada Februari 2026, Kabur Sehari Setelah Beraksi

Kini kelompok tersebut tengah berupaya mengembang biakkan burung jalak Bali. Dalam prosesnya, pihak Aqua rutin melakukan monitoring dan bimbingan. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN