Seorang wisatawan berada di Pantai Legian di tengah cuaca yang panas. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 benar-benar memukul perekonomian Bali. Terutama sektor pariwisata.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Selasa (24/11) mengatakan perekonomian Bali diprediksi baru akan benar-benar pulih pada 2022. Kendati demikian, semua pihak diminta untuk tetap optimis dan semangat.

Pasalnya, kontraksi ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 tidak hanya dialami Bali, tapi menimpa seluruh dunia. “Pasti akan mengarah ke sana (2022, red). 2021 walaupun dibuka nanti untuk wisatawan mancanegara, kan tidak serta merta juga mereka akan langsung bisa mengembalikan seperti kondisi semula,” ujar Wagub.

Baca juga:  Ini Cara Kapolresta Menghargai Kinerja Anggotanya

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini pun memberi gambaran terkait perbandingan situasi Bali pada November 2019 dan 2020. Pada 19 November, ada perbedaan yang sangat mencolok antara tahun lalu dan tahun ini.

Di tahun lalu, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 19 ribu lebih pada hari itu. Ditambah dengan kunjungan wisatawan domestik sebanyak 13 ribu. “Jadi hampir 32 ribu pada tanggal itu, kita bandingkan sekarang yang hanya 6.300 pada tanggal yang sama. Artinya, walaupun nanti kembali pun dengan jumlah yang sebanyak tahun lalu, itu kan mereka belum mengendap di Bali,” paparnya.

Baca juga:  Hingga Pertengahan Juli, Bali Masih Dilanda Hujan

Sedangkan dulu sebelum ada COVID-19, lanjut Cok Ace, kunjungan wisatawan merupakan endapan dari beberapa puluh tahun perjalanan pariwisata Bali. Berbeda dengan sekarang, wisatawan yang datang katakanlah 10 ribu dengan rata-rata tinggal 4-5 hari.

Berarti hanya ada 40 ribu wisatawan dalam empat hari. Sedangkan jumlah kamar hotel di Bali ada sebanyak 150 ribu. “Jadi, menunggu endapannya cukup lama, perlu waktu biar mereka mengendap, diam di sini lebih lama,” jelasnya.
Itu sebabnya, pemulihan kunjungan wisman diproyeksikan baru akan kembali 50 persen di 2021 dan pulih secara normal pada 2022. Dengan demikian, ekonomi Bali akan kembali pada posisi normalnya tahun 2022.

Baca juga:  Ribuan Butir Ekstasi Disita

Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan dalam kisaran -8% s.d. -9%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 diperkirakan dalam kisaran 4% – 5%. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.