Prof. Teguh Prasetyo. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Prof. Teguh Prasetyo mengakui, seluruh tahapan Pilkada 2020 memiliki potensi kecurangan. Oleh karena itu, pihaknya meminta penyelenggara pemilu mengedepankan netralitas dan independensi.

Bahkan Prof Teguh yang juga sebagai Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga tersebut, tak memungkiri kalau setiap penyelenggara pemilu akan menghadapi berbagai godaan. Godaan yang tergolong berat itu mulai dari janji kekuasaan, materi hingga gratifikasi.

Baca juga:  Agar Media Pers Bisa Bertahan, Wartawan Perlu Adaptasi Ciptakan Langkah Inovatif

Untuk itu, supaya mereka mempunyai daya tahan, tidak gampang tergoda, maka harus memiliki satu pijakan. “Inilah sebagai tanggung jawab kami di DKPP yang lebih besar. Bagaimana membangun suatu pijakan filsafat, supaya didalam pijakan filsasat itu, penyelenggara pemilu mempunyai jati diri sebagai sosok penyelenggara yang netral, independen dan tidak memihak,” tegasnya saat Ngetren Media: Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media, di Sanur, Senin (16/11).

Baca juga:  Bali Nihil Pengaduan di DKPP

Sebagai penyelenggara pemilu lanjut dia, harus netral dan tidak memihak. Oleh sebab itu upaya mereka bisa bekerja dengan cara berpegang pada prinsip penyelenggara pemilu, dikembangkan pikiran berpijak kepada nilai-nilai filsafat Pemilu, yaitu yang dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila. “Supaya mereka punya pondasi,” ucapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.