Suasana di Bandara Ngurah Rai. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wacana dibukanya penerbangan Internasional ke Bali per 1 Desember menjadi angin segar bagi Kabupaten Badung. Pasalnya, Badung selama ini mengandalkan kedatangan wisatawan mancanegara untuk bisa menggerakkan perekonomiannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan, mengakui dengan membuka penerbangan internasional berarti membuka kesempatan para wisatawan untuk datang ke Bali, khususnya ke Badung. “Kami sudah siap melayani wisatawan asing. Bahkan, sejak awal kami telah melakukan verifikasi penerapan protokol kesehatan (prokes) terhadap akomodasi, restoran, maupun data tarik wisata (DTW),” ungkap Cok Darmawan, Rabu (11/11).

Baca juga:  Wartelika, Lulusan SMAN Bali Mandara Raih Beasiswa ke Jepang

Menurutnya, industri pariwisata yang telah memenuhi syarat verifikasi di Kabupaten Badung sebanyak 168 akomodasi, 27 restoran, dan 11 DTW. Bila akomodasi, restoran, maupun DTW sudah mengantongi sertifikat, berarti telah menerapkan prokes sebagaimana disyaratkan oleh pemerintah.

“Jika lolos verifikasi maka selanjutnya Pemkab Badung akan melakukan sertifikasi, jadi kami di Badung siap menerima wisatawan seandainya benar wacana membuka penerbangan internasional per 1 Desember 2020,” jelasnya.

Baca juga:  Pedagang Arak Diincar, Seratusan Botol Miras Diamankan

Sebelumnya Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Badung I Ketut Lihadnyana Pemerintah Kabupaten Badung bersama masyarakat dengan DPRD fokus pada penanganan Covid-19, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kepercayaan pasar dan kepercayaan masyarakat.

Selaku Pemerintah Kabupaten Badung bersama masyarakat dan pihak terkait, jelas Kepala BKD Provinsi Bali ini, telah berupaya melakukan penanganan Covid-19. “Saat ini kami bersama masyarakat beserta tim terpadu, dibantu TNI dan Polri sekarang ini angka yang terkonfirmasi positif astungkara sudah mulai menurun,” katanya.

Baca juga:  Dibuka Juni 2019, Taman Bunga DTW Ulun Danu Beratan Rampung 75 Persen

Lebih lanjut pria asal Buleleng ini pun menegaskan pihak bekerja dengan target. Harapannya, ‘Gumi Keris’ kembali ke zona hijau Covid-19. “Setiap bekerja, kami punya target. Target kami kalau sekarang oranye, setelah itu kuning, bisa nggak Desember ini hijau? Kita tidak hanya berbicara hijau saja. Tapi bagaimana upaya yang konkret. Dan ini tidak bisa ditumpukan kepada Gugus Tugas, kepada pemerintah, tapi kesadaran social semuanya, kalau kita ingin cepat-cepat kembali ke situasi yang normal seperti dulu,” bebernya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.