Sejumlah benda bersejarah dipamerkan di Bajra Sandhi. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau Bajra Sandhi, Renon, Denpasar menggelar pameran koleksi benda-benda pelaku sejarah. Pameran yang dibuka bertepatan Hari Pahlawan, 10 November ini akan berlangsung hingga 20 November mendatang. Masyarakat bisa datang secara gratis.

Fungsional Penerjemah UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, A.A. Ayu Dwi Yuni Pritiari mengatakan, pameran dibuka mulai pukul 08.00 sampai 15.30 wita. “Ada 51 koleksi benda-benda dari 17 pelaku sejarah di Bali yang dipamerkan,” ujarnya.

Baca juga:  Gelorakan Disiplin Nasional Generasi Muda

Benda-benda yang dimaksud, antaralain baju milik Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, kain berusia 114 tahun milik Sagung Wah dari Kerajaan Tabanan, serta sabuk berupa kain putih sepanjang sekitar lima meter yang disebut jimat dari pucuk pimpinan MB DPRI Bangli, Anak Agung Gede Anom Mudita. Selain itu, ada pula mesin tik peninggalan Desak Gede Raka, yang dipakai membuat koran perjuangan “Suara Indonesia” sebagai cikal bakal Bali Post.

Baca juga:  Sistem BPJS Kesehatan Eror Lagi, Pasien Bayar Seperti Pasien Umum

“Kami mengharapkan masyarakat Bali untuk hadir melihat koleksi benda-benda pelaku sejarah yang ada, karena ini benda-benda asli,” imbuh Dwi Yuni Pritiari.

Menurutnya, tujuan digelarnya pameran agar masyarakat mengetahui sejarah pejuang Bali tempo dulu. Disamping sekaligus mengetahui Monumen Perjuangan Rakyat Bali dan isi di dalamnya. Pihaknya mengaku kesulitan dalam menarik pengunjung, khususnya masyarakat Bali untuk datang ke monumen. Selama ini, kunjungan didominasi oleh siswa dari luar Bali serta wisatawan mancanegara, utamanya dari Taiwan. Namun, pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir juga membuat angka kunjungan menjadi nol.

Baca juga:  Banyak Akomodasi Masih Tutup, Pelaku Pariwisata Tunggu Visa On Arrival Dibuka

“Jadi kami berharap, untuk masyarakat Bali sendiri kebetulan ada momen pameran selama 10 hari digratiskan bagi pengunjung yang masuk,” pungkasnya.

Ia mengatakan, masyarakat yang berkunjung agar tetap mengikuti protokol kesehatan 3M. Di Monumen Perjuangan Rakyat Bali sendiri juga telah dilengkapi dengan sarana pencegahan seperti tempat untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pameran. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.