Pura Pasar Agung Besakih. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan upacara Pujawali Purnama di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem tetap dilaksanakan tahun ini. Puncak Pujawali dilaksanakan pada Rahina Saniscara Kliwon Klurut, Purnama Sasih Kalima, Sabtu (31/10).

Hanya saja, karena masih dalam situasi pandemi, gelaran Pujawali dipangkas. Pengelingsir Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Jro Mangku Gede Umbara, mengungkapkan, persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari jelang pelaksanaan puncak Pujawali Kalima. Dan sebelum upacara puncak, pihaknya telah melaksanakan sejumlah rangkaian upacara, yakni paruman penyanggra pada Selasa (27/10), munggah sunari dan negtegang pada Rabu (28/10), serta ngiyas menjor.

“Krama telah ngaturang ayah-ayah untuk upacara puncak. Semuanya banten upakara sudah siap untuk upacara puncak pada Purnama besok. Dan untuk hari ini dilaksanakan upacara nuur ida bhatara, masucian ring pelinggih, mapepade, ngolah caru, munggah catur dan memben. Untuk puncak punawali akan dilaksanakan saat Purnama besok. Saat puncak dilaksanakan upacara pakelem ke Puncak Gunung Agung,” ucap Jro Mangku Umbara.

Baca juga:  WHO Kritik Negara yang Belum Miliki Komitmen Kuat Isolasi COVID-19

Umbara menambahkan, berdasarkan surat keputusan bersama dari PHDI Provinsi Bali, surat Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan dan hasil keputusan Paruman Prajuru Pura Pasar Agung, kalau pelaksaaan upacara tetap dilaksanakan di tengah situasi pandemi covid-19 dengan mengikuti kesepakatan bersama. Yakni, upacara Pujawali Kalima hanya nyejer selama lima hari, mulai dari 30 Oktober sampai dengan 3 November. Kalau tahun-tahun sebelumnya kakau situasi normal upacara nyejer selama 11 hari.

Baca juga:  Buka Pesamuhan Sulinggih, Bupati Badung Harapkan Ada Persamaan Persepsi Tentang Upacara Tumpek

“Untuk pelaksanaan upacara dilaksanakannoleh pengempon dan prajuru se-Desa Adat Selat dengan menetapkan protokol kesehatan COVID-19. Termasuk untuk bhakti penganyar dari masing-masing Kabupaten/kota juga ditiadakan. Hanya dilaksanakan prajuru desa adat penyanggra saja,” jelas Mangku Umbara.

Untuk diketahui, dudonan Punawali Kalima di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, yakni pada Jumat (30/10) dilaksanakan upacara nuur ida bhatara, masucian ring pelinggih, mapepade, ngolah caru, munggah catur dan memben, Sabtu (31/10) saat puncak pujawali dikakukan upacara Ngaturang Pakelem di Puncak Gunung Agung dan Minggu (1/11) Penganyar, Senin (2/11) penganyar dan Selasa (3/11) nyineb. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.