Suasana di Pantai Kuta yang minim kunjungan wisatawan di tengah pandemi COVID-19, meski sudah dibuka untuk wisdom. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebagai daerah yang sangat mengandalkan pariwisata, perekonomian Badung sangat terpuruk dikarenakan pandemi COVID-19. Untuk itu, beragam upaya pun dilakukan kabupaten yang menjadi ikon pariwisata Bali ini.

Pemerintah Kabupaten Badung, melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat terus berupaya memikat wisatawan untuk datang berkunjung ke Badung. Bahkan, selain memanfaatkan website, Dispar juga melibatkan youtuber sebagai media promosi.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Badung, Cok Raka Darmawan, saat dikonfirmasi, Senin (26/10) membenarkan pihaknya memanfaatkan jasa pembuat konten tersebut. “Untuk promosi pariwisata sendiri sudah berjalan. Bahkan hasilnya sudah ditayangkan di akun youtuber yang bersangkutan,” ungkapnya.

Baca juga:  Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Karangasem Mulai Meningkat

Namun demikian, Asisten Administrasi Umum Setda Badung ini mengaku tetap optimis dan positif thinking menghadapi pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya telah melakukan promosi pada Agustus 2020 lalu. Promosi dilakukan dengan cara mendatangkan youtuber untuk memperlihatkan kondisi pariwisata yang ada di Badung.

Promosi itu pun difasilitasi Dinas Pariwisata Provinsi Bali. “Kita positive thinking saja, karena kita sudah berupaya melakukan promosi dengan cara digital, lantaran masa pandemi ini kita dibatasi untuk bergerak,” ujarnya.

Baca juga:  Bali Tanpa PHR

Selain itu, pariwisata domestik sejatinya telah dibuka dan diharapkan wisatawan yang datang ke Bali ini dari kota-kota yang ada di Indonesia. “Kami bisa berharap begitu, namun orang yang bepergian kan tidak bisa dipaksa di tengah ekonomi seperti ini,” katanya.

Pihaknya mengakui, meski belum ada wisatawan mancanegara, namun dia berharap ada kunjungan wisatawan domestik. Hanya saja dirinya tidak bisa berharap lebih, lantaran pandemi Covid-19 ini juga mempengaruhi perekonomian di Indonesia.

“Kami akui saat ini pariwisata masih sepi, meski kita sudah melakukan promosi. Hal itu lantaran banyak negara yang belum memperbolehkan warganya bepergian. Ekonomi juga sekarang belum stabil. Jadi orang yang akan berlibur berpikir dua kali lipat jadinya. Nah ini juga menjadi kendala,” keluhnya.

Baca juga:  Beri Efek Jera, Bule Pemanjat Padmasana Sebaiknya Dipidana

Dijelaskan, dari waktu ke waktu dilihat dari frekuensi penerbangan yang datang ke Bali ada peningkatan. Pada Agustus 2.850 penumpang per hari dan September tercatat 3.000 lebih per harinya. “Hal ini kan ada peningkatan, meski sangat kecil. Kami sadari orang yang berpergian kami rasa masih was-was sehingga belum bisa stabil,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.