Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Menjelang akhir 2025, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buleleng mengalami fluktuasi. Peningkatan kunjungan sempat terjadi pada awal November saat pelaksanaan Kejuaraan Dunia Vovinam, namun belakangan tren tersebut melemah dipicu erupsi Gunung Semeru dan insiden kecelakaan wisatawan asal Cina di Buleleng.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Minggu (30/11), menyampaikan bahwa pergerakan wisatawan pada periode low season seperti November memang cenderung tidak stabil. Meski demikian, pengecekan okupansi hotel berbintang tiga di kawasan Lovina menunjukkan tingkat hunian masih bertahan di kisaran 70 persen, kendati terdapat sedikit penurunan dari segmen wisatawan Cina.

Baca juga:  Kasus Korupsi Dana Renovasi SMKN 2 Negara, 90 Barang Bukti Disita

Menurut laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, penurunan tersebut berkaitan dengan jalur perjalanan overland wisatawan Cina dari Surabaya menuju Bromo, Ijen, kemudian Lovina. Aktivitas erupsi Gunung Semeru menyebabkan beberapa rombongan menunda keberangkatan. Kondisi ini diperburuk insiden kecelakaan wisatawan Cina di Buleleng beberapa waktu lalu, meskipun kasus tersebut tidak terkait rombongan yang melakukan perjalanan overland.

“Dari laporan PHRI, ada penundaan perjalanan rombongan yang connecting dengan travel agent di Surabaya karena situasi Semeru. Dampaknya cukup terasa pada kunjungan wisatawan Cina daratan,” ujar Dody.

Baca juga:  Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Buleleng Bentuk Satgas Penanganan

Kendati demikian, sektor pariwisata Buleleng tidak sepenuhnya tertekan. Kejuaraan Dunia Vovinam yang digelar awal November memberikan dampak positif berupa peningkatan length of stay serta pergerakan wisatawan di sejumlah destinasi. Disdikpora dan KONI Buleleng pun menyiapkan pertemuan lanjutan untuk mendorong pengembangan sport tourism sebagai daya tarik baru.

Secara keseluruhan, Dody tetap optimistis target kunjungan wisata 2025 dapat tercapai. Dari target 1,5 juta kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, hingga Oktober sudah terealisasi sekitar 1,25 juta kunjungan.

Baca juga:  BPS Laporkan Kenaikan Kunjungan Wisman Mei 2023

“Masih ada peluang besar saat libur Natal dan Tahun Baru. Biasanya kunjungan meningkat signifikan di akhir tahun,” ujarnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN