Calon Walikota Denpasar dari Paket Amerta, Gede Ngurah Ambara Putra menemui Komunitas Tuna Netra Kota Denpasar di Yayasan pendidikan Dria Raba, Jumat (16/10). (BP/Win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara (Amerta) memberikan perhatian serius terhadap keberadaan para penyandang tuna netra di Kota Denpasar. Berbagai program telah disiapkan dalam visi misi Amerta “Mewujudkan Denpasar BERSERI, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing.

Paslon Amerta langsung menunjukkan kepedulian nyata hadir di tengah-tengah Komunitas Tuna Netra Kota Denpasar, yaitu di Yayasan Pendidikan Dria Raba di Jalan Sersan Mayor Gede No. 11, Sanglah, Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Jumat (16/10).

Didampingi tim, Paslon Amerta mendengarkan keluhan para anggota Tuna netra tersebut. “Panti Dria Raba adalah rumah kedua saya. Semasih ayah saya hidup sampai sekarang saya rutin datang ke sini. Jadi bukan karena hajatan Pilwali saya batu datang kemari. Saya datang untuk menemui saudara-saudara saya untuk memohon doa restu,” ujar Ngurah Ambara.

Baca juga:  Sebelum Masa Tenang, APK Paslon Wajib Dibersihkan

Dikatakan, apabila Paket Amerta yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai NasDem ini diberikan kesempatan untuk memimpin Kota Denpasar, ia akan memprioritaskan orang-orang disabilitas, seperti yayasan Dria Raba ini. Apalagi, bantuan-bantuan yang diberikan kepada komunitas ini sebetulnya tidak terlalu berlebihan, karena sifat mereka yang sudah cukup mandiri secara pribadi.

Salah satu anggota disabilitas, Nyoman Bawa mengaku bersyukur atas kepedulian dan bantuan yang diberikan Paslon Amerta kepada komunitas Tuna Netra Kota Denpasar. Dikatakan, sebelum pandemi Covid-19 ini, Ngurah Ambara Putra rutin datang 2 kali dalam seminggu ke Panti Dria Raba.

Baca juga:  Ditetapkan, Paslon Pilkada Klungkung

Anggota Disabilitas lainnya, D’Alot berharap apabila Paslon Amerta terpilih menjadi Walikota/Wakil Walikota Denpasar adanya perubahan, terutama lebih peduli terhadap keberadaan komunitas Tuna Netra di Kota Denpasar.

Sementara itu, I Gede Widiasa, menjelaskan bahwa Perda Provinsi Bali sudah ada tentang disabilitas, dan UU Nasional juga sudah ada memayungi kaum disabilitas. Namun, pihaknya berharap agar harkat dan martabat disabilitas yang sudah tertuang di dalam Undang-Undang daerah dan nasional tidak merupakan tugas satu OPD (Organisasi perangkat Daerah) saja.

Baca juga:  Perajin Kini Tak Bergantung Naik Turunnya Pariwisata, Pangsa Pasarnya Mengarah ke Sektor Ini

Menurutnya, masih banyak dinas-dinas seperti pariwisata, sosial, bahkan dinas yang berhubungan dengan luar negeri yang menjadi harapan. Sehingga, tercipta sinergitas antara semuanya dalam meringankan beban disabilitas seperti yang dialami komunitas Tuna Netra Kota Denpasar.

Selain memohon doa restu, Paslon Amerta juga menyerahkan bantuan 150 Kg Beras dan Telor kepada anggota Komunitas Tuna Netra Denpasar. (winata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.