Tim BPBD Badung mengevakuasi pohon tumbang akibat guyuran hujan di Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Badung, Sabtu (10/10). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bencana banjir mengintai sejumlah kawasan di Bali, termasuk Kabupaten Badung di musim penghujan ini. Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sendiri telah mengkaji kawasan yang berpotensi terendam banjir.

Kepala BPBD Badung, Bagus Nyoman Wiranata, saat dikonfirmasi Sabtu (10/10) mengatakan terus berupaya memetakan daerah yang berpotensi terjadi bencana. Pemetaan dilakukan untuk menentukan lokasi-lokasi rawan, titik evakuasi dan titik kumpul apabila terjadi bencana, seperti banjir.

Baca juga:  Perlu Waktu 15 Tahun, Wujudkan Mimpi Limp Bizkit Manggung di Bali

“Sesuai kajian bencana kita untuk rawan banjir ada di Werdibuana, Mengwi, Perumahan Dalung, di Kerobokan sebelah timur LP, Jl. Dewi Sri, Kuta, dan daerah Jl Bypass Ngurah Rai Benoa,” jelasnya.

Sebelumnya, BPBD Badung juga telah memetakan kawasan yang berpotensi rawan longsor ada di wilayah Kecamatan Petang sebanyak 7 desa, Abiansemal 4 desa, Mengwi 1 desa, dan Kuta Selatan 3 desa. Sedangkan, wilayah yang berpotensi banjir adalah daerah Kuta, Kuta Utara dan Mengwi. “Sedangkan rawan tsunami ada di 18 desa atau kelurahan yang ada di pesisir,” ucapnya.

Baca juga:  Berikut, Nomor Urut 14 Parpol Peserta Pemilu 2019

Belasan desa atau kelurahan yang berpotensi terkena tsunami, terang Bagus Wiranata, adalah Tanjung Benoa, Benoa, Jimbaran, Kutuh, Ungasan, Pecatu, Kedonganan, Kuta, Tuban, Legian, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kerebokan, Tibubeneng, Canggu, Pererenan, Munggu, dan Cemagi.

“Untuk bantuan kedaruratan kami lebih tertumpu pada pemenuhan kebutuhan dasar berupa bantuan sembako, selimut dan kasur. Sedangkan pascabencana ada dana rehab rekon tapi berdasarkan by name by address yang pengajuannya berdasarkan proposal yang diajukan ke pimpinan,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.