Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng mengecek sapi milik Ketut Sukata. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Peternak asal Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Ketut Sukata kembali mendapat kepercayaan memasok hewan kurban untuk Presiden RI. Sapi Bali miliknya dipastikan dibeli Presiden Prabowo Subianto dengan harga Rp 162,4 juta untuk kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Sapi Bali dengan bobot mencapai 868 kilogram tersebut menjadi sapi ketiga milik Sukata yang dibeli Presiden. Sebelumnya, sapi miliknya juga pernah dipilih pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo serta pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:  Wujud Penyucian dan Harmoni Menjelang Nyepi, Tawur Kasanga Dipusatkan di Catus Pata Buleleng

Ditemui Selasa (12/5) sore, Sukata mengaku senang sekaligus terharu karena kembali dipercaya. Menurutnya, proses seleksi diawali saat tim dari Dinas Pertanian datang melakukan pengecekan terhadap kondisi sapi miliknya beberapa waktu lalu.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, sapi tersebut kemudian diajukan sebagai kandidat hewan kurban Presiden. “Hari Jumat kemarin saya dihubungi pihak istana, sudah dipastikan deal,” ujarnya.

Sukata mengatakan, dirinya dijadwalkan datang ke Denpasar pada 19 Mei 2026 mendatang untuk menyelesaikan proses administrasi pembelian sapi tersebut. Rencananya, sapi itu akan digunakan sebagai hewan kurban di wilayah Tegalinggah, Buleleng.

Baca juga:  Bali Kembali Tak Masuk! Uji Coba Pusat Perbelanjaan/Mal PPKM Level 4 di 20 Kabupaten/Kota Ini

Ia menuturkan, sapi tersebut dipelihara sejak masih berusia sekitar enam bulan. Saat dibeli pada Desember 2022 di Desa Penglatan, bobot sapi itu bahkan belum mencapai 100 kilogram. Saat itu, sapi tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp11 juta. “Sudah hampir empat tahun saya pelihara,” katanya.

Untuk menjaga kondisi sapi tetap sehat dan pertumbuhannya maksimal, Sukata memberikan perawatan rutin berupa pakan rumput, dedak, dan air. Selain itu, ia juga memberikan vitamin tambahan saat nafsu makan sapi menurun. “Makannya sehari-hari rumput, dedak, sama air. Kalau kurang nafsu makan baru dikasih vitamin khusus,” jelasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Pascapemberian Rehabilitasi, Kuasa Hukum Ira Puspadewi Datangi KPK
BAGIKAN