Prosesi ngaben ngelanus di Krematorium Swarga Mengening. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Satgas PPKM Darurat Laksanakan Patroli Malam

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 13 Mei 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah.

Kajeng Kipkipan
Baik untuk membuat dungki (keranjang kecil tempat ikan).

Kajeng Uwudan
Tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman.

Baca juga:  Kriteria Penentuan PPKM Tak Lagi Perhitungkan Capaian Vaksinasi, Menko Airlangga Ungkap Alasannya

Kala Jangkut
Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.

Kala Keciran
Baik untuk membuat pisau penyadap (pengiris), mulai memotong danggul nira, membuat atau membuka saluran air.

Kala Kutila Manik
Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya.

Kala Luang
Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.

Kala Suwung
Tidak baik untuk dewasa ayu, berkunjung.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Baca juga:  Ibu Negara Peduli Lingkungan dan Stunting, Ny. Putri Koster Ucapkan Terima Kasih

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dll.) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya).

Taliwangke
Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN