Drs. Gede Suyasa, M.Pd. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng mengubah skema titik kumpul pemberangkatan bagi warga terkonfirmasi COVID-19 dengan status Orang Tanpa Gejala dan Gejala Ringan (OTG-GR). Titik kumpul yang selama ini di tempat parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Jalan Sudirman yang merupakan area pelayanan publik dikhawatirkan memicu klaster penularan Virus Corona.

Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. Kamis (8/10) mengatakan, sejak menerima instruksi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk memindahkan OTG-GR ke tempat karantina terpusat di Denpasar, pihaknya menggunakan area tempat parkir Dishub untuk titik kumpul keberangkatan. Karena mengikuti protokol kesehatan (prokes), awak bus dan tim pendamping harus menggunakan alat pelindung diri (APD).

Baca juga:  Terluka Parah Bersimbah Darah, Pemilik Toko Ditemukan Meninggal Dunia

Belakangan, aktivitas persiapan keberangkatan OTG-GR COVID-19 di parkiran Dishub itu memunculkan kekhawatiran warga yang mengurus izin KIR kendaraan di Dishub Buleleng. Warga ketakutan kalau terjadi penularan virus, apalagi di sekitar tempat parkir yang dishub itu situasinya pasti ramai karena aktifitas uji KIR kendaraan.

Dengan mempertimbangkan kekhawatiran itu, GTPP lantas memutuskan untuk memindahkan titik kumpul keberangkatan OTG-GR COVID-19 ke fasilitas gedung Diskes Buleleng. “Sudah kita ubah skemanya, nanti di Diskes akan dikumpulkan, setelah sudah lengkap persiapannya, bus atau mobil petugas akan menuju ke titik kumpul itu uuntuk diberangkatkan ke tempat karantina di Denpasar,” katanya.

Baca juga:  Buleleng Kembali Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19

Menurut Suyasa, alasan mengapa menggunakan Gedung Diskes untuk titik kumpul pemberangkatan OTG-GR, karena Diskes sendiri dinilai paling tepat dan memiliki prosedur khusus dalam penanganan pasien terinfeksi Virus Corona. Terkait kapasitas Gedung Diskes, Suyasa menyebut areal yang ada sekarang dipastikan mencukupi untuk mengurus persiapan keberangkatan para OTG-GR.

Apalagi, dari data perkembangan kasus yang mulai terkendali, OTG-GR yang harus diberangkatkan ke tempat karantina terpusat tidak sampai dalam jumlah banyak. Sementara, skema penjemputan warga yang selesai mengikuti karantina terpusat, kalau keluarga tidak bisa menjemput, maka GTPP akan memfasilitasi dengan menugaskan penjemputan oleh Bagian Umum Setda Buleleng. “Dari update data, pasien setiap harinya rata-rata 2 sampai 4 orang, sehingga fasilitas di titik kumpul di diskes itu mencukupi. Karena jumlah yang tidak terlalu banyak, kami tidak lagi gunakan armada bus sekolah dishub, tetapi menggunakan mobil mini bus,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.