Petugas saat melakukan sidak penegakan Perbup nomor 44 tahun 2020 tentang pendispilinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di wilayah desa Peken Belayu kecamatan Marga dan desa Senganan Penebel, Senin (28/9). (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Status zona merah COVID-19 bagi sebagian masyarakat di kabupaten Tabanan justru dianggap hal sepele. Terbukti dalam sidak penegakan Perbup nomor 44 Tahun 2020 tentang pendispilinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di wilayah desa Peken Belayu kecamatan Marga dan desa Senganan Penebel, Senin (28/9) masih ditemukan pelanggaran.

Mereka yang terjaring sebagian langsung dikenakan sanksi sesuai yang diatur dalam Perbup, namun ada juga sebatas hukuman ringan, seperti diminta melakukan push up.

Baca juga:  Permintaan Tinggi, Budidaya Mawar Potensial Dikembangkan

Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sarba mengatakan, sidak atau operasi pendisiplinan masyarakat terkait dengan protokol kesehatan akan terus dilakukan tidak hanya menyasar daerah perkotaan saja melainkan juga ke desa-desa. Khususnya warga yang tinggal di desa cenderung masih banyak melakukan pelanggaran lantaran beranggapan petugas tidak sampai menyasar (sidak) sampai ke pelosok.

Terbukti sidak menyasar dua desa ditemukan ada 8 (delapan) orang yang kedapatan tidak memakai masker dan langsung dikenakan sanksi denda Rp 100 ribu. Begitu juga ada yang menggunakan masker tetapi salah. “Untuk yang salah pakai masker ini kami edukasi tetapi juga ada hukuman ringan seperti push up, jumlahnya ada sampai 20 orang yang salah pakai masker, seperti di bawah dagu atau tidak menutupi hidung dan mulut,” ucapnya.

Baca juga:  Tegakkan Pergub Sampah Plastik, Pedagang di Areal Taman Budaya Disidak

Lanjut dikatakan Sarba, semenjak diberlakukan adaptasi kebiasaan baru, justru makin banyak masyarakat yang abai dan kendur dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan ditengah kasus transmisi lokal khususnya di Kabupaten Tabanan semakin hari terus bertambah.

“Adaptasi kebiasaan baru yang semestinya masyarakat harus lebih waspada dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan justru yang terjadi mereka mulai mengabaikan dan kendur,ini yang terus kita selalu edukasi dan disiplinkan,” terangnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.