Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Ketua Umum PSSI Pusat M. Iriawan, saat meninjau Stadion Dipta. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2021. Sebagai persiapan, lima lapangan sepak bola akan direnovasi.

Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, sebagai venue utama di tunjang empat lapangan pendamping, Stadion Ngurah Rai, Lapangan Kompyang Sujana, Tri Cakti Legian dan Samudra Kuta akan direnovasi pada Oktober. Rehab sarana lapangan sepak bola di Bali, yang ditangani Kementrian PUPR juga merupakan salah satu kendala menyelenggarakan kompetisi.

Karena itu, Asprov PSSI Bali belum berani menggelar Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. Bahkan, klub kontestan Liga 3 seperti Perseden Denpasar, PS Badung, Perst Tabanan, PFA Bali, Bali FC, Sportivo Buleleng, Undiksha Singaraja FC, Sulut Bali FC, dan Tunas Muda Ubud sepakat menunda kompetisi.

Baca juga:  Sore Ini, Gedung Polda Bali Diresmikan

Direktur Kompetisi Aspov PSSI Bali, Gede Made Anom Prenatha, di Denpasar, Jumat (25/9) mengungkapkan, keputusan klub kontestan akan ditindaklanjuti dengan menggelar rapat Exco PSSI Bali, yang melibatkan Askab dan Askot PSSI se-Bali.

“Jika hasil rapat Exco memutuskan menunda kompetisi, maka Asprov PSSI Bali akan berkirim surat ke PSSI Pusat, dan musim 2020 ini tanpa adanya kompetisi,” tegas Anom Prenatha.

Menurut dia, kalau kompetisi digelar konsekuensinya biaya mahal, tiap pemain harus menjalani rapid test dan tes swab demi mengikuti protokol kesehatan.

Baca juga:  Piasan Pura Batur Ibu Rusak Tertimpa Pohon

Selain itu, kata Exco PSSI Bali Bidang Kompetisi, sekaligus pemilik klub Putra Tresna Bali, IGAN. Anom Jaksa Saputra, di tengah pandemi COVID-19 ini hampir mustahil menggelar kompetisi. Apalagi, Surat Edaran (SE) Gubernur Bali yang membatasi kegiatan di luar rumah dalam rangka menekan perkembangan COVID-19 ini.

Untuk itu, Anom Jaksa memutuskan tim Putra Tresna Bali tidak ikut berpartisipasi di ajang Liga 3 musim 2020 ini.

Baca juga:  Bali Butuh Manajemen Krisis Kepariwisataan

Pada bagian lain, Ketua Umum Asprov PSSI Bali, yang juga pemilik klub Tunas Muda Ubud FC, Ketut Suardana menuturkan, Tunas Muda Ubud memastikan absen pada musim 2020 ini. Alasannya, Pemprov Bali telah membatasi akses untuk kegiatan outdoor.

Dengan demikian, klub kontestan Liga 3 setuju tidak ambil bagian di ajang kompetisi. Jika dalam rapat Asprov bersama Askot dan Askab, menyimpulkan menunda kompetisi tahun ini, maka keputusan bulat akan ditembuskan ke PSSI Pusat. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.