Ilustrasi. (BP/Tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional merilis data terkait peta risiko penyebaran COVID-19. Dari data yang dikeluarkan per 6 September itu, hampir seluruh Bali berwarna merah.

Dari 9 kabupaten/kota di Bali, delapan diantaranya kecuali Klungkung masuk zona merah yang artinya berisiko tinggi. Kumulatif kasus COVID-19 yang ditangani Bali per Kamis (10/9), mencapai 6.834 orang. Dari seluruh kasus itu, pasien yang sudah sembuh mencapai 5.437 orang (79,56 persen), meninggal 151 orang (2,21 persen), dan kasus aktif 1.246 orang (18,23 persen).

Baca juga:  Sandang Predikat Kota Terbaik Dunia, Ubud Masih Hadapi Persoalan Ini

Menurut ahli virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, dari data yang ada, jumlah kasus positif COVID-19 serta kasus meninggal awal September terus meningkat. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar Bali segera mempertimbangkan untuk lockdown kembali.

“’Semua sudah diperingatkan. Kita tak berbenah. Empat bulan kita diberi waktu. Empat bulan kita tak bekerja dengan benar. Maret, April, Mei, dan Juni, kita hanya mengimbau,” kata Mahardika.

Baca juga:  Gak Selalu Negatif, Ini Sejumlah Dampak Positif Nongkrong di Cafe

Bahkan dari catatan Bali Post, kasus meninggal terus dilaporkan Bali sejak 17 hari lalu. Pada Kamis, jumlah kematian yang dilaporkan mencapai 9 orang.

Sedangkan sehari sebelumnya bahkan mencetak rekor baru, sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia karena virus mematikan itu. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.