AMLAPURA, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing rabies yang terjadi di Karangasem cukup banyak. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Karangasem, jumlah kasus gigitan anjing mencapai puluhan kasus. Kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Karangasem I Made Ari Susanta.

Ari Susanta menambahkan, kasus gigitan anjing tahun ini terdata sebanyak 28 kasus yang tersebar di sejumlah desa di delapan kecamatan di Karangasem. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 18 kali. “Jadi total hingga saat ini 28 kasus. Terakhir terjadi di Desa Ban, Kecamatan Kubu. Untungnya tak ada korban karena cepat diberi vaksin anti rabies (VAR),” Ucapanya.

Baca juga:  RSHP Beri Layanan Kesehatan Hewan Gratis

Menurut Susanta, jumlah kasus yang terjadi tidak lepas dari anjing liar atau tak bertuan sehingga menyulitkan petugas kesehatan hewan di Karangasem lakukan kontrol dilapangan. “Ada lima kecamatan yang masuk zona merah rabies. Yakni Kecamatan Kubu, Abang, Karangasem, Rendang, dan Bebandem,” Katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya memprediksi populasi anjing di Karangasem tahun 2020 naik dibandingkan 2019. Populasi anjing di prediksi mencapai 74 ribu, meningkat belasan ribu banding 2019. Bahkan, hampir 90 persen anjing di Karangasem diliarkan. “Belum lagi anjing yang sudah liar berkembang biak sehingga populasinya menjadi bertambah,” jelasnya.

Baca juga:  FAO Apresiasi Usaha Pengendalian Flu Burung di Indonesia

Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini jumlah anjing yang sudah di vaksin sebanyak 15 hingga 20 persen, yakni sekitar 17.177 ekor anjing dari estimasi populasi anjing di Karangasem mencapai sekitar 74 ribu ekor. “Kita menyasar utama di 14 desa yang dinyatakan zona merah rabies. Karena masih banyak anjing yang belum di vaksin. Dan prosesnya vaksinasi dan eliminasi dilakukan bertahap,” tegas Ari Susanta. (Eka Prananda/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *