SEMBAKO - Prosesi penyerahan bantuan sembako Bakti Pertiwi Bali dari BNI Denpasar bersama kelompok media Bali Post pada seniman di Gianyar, Selasa (8/9) kemarin. (foto/eka adhiyasa)

GIANYAR, BALIPOST.com – BNI bersama Bali Post memberikan bantuan paket sembako, untuk seniman Sanggar Kayon, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring pada Selasa (8/9). Puluhan paket sembako ini diberikan sebagai bantuan peduli COVID-19 serangkaian HUT ke-72 Bali Post, “Bakti Pertiwi Bali.”

Pimpinan BNI, I Gusti Nyoman Dharma Putra mengapresiasi terselenggaranya sinergitas BNI dengan Bali Post, dalam membantu seniman di tengah pandemi COVID-19. Bantuan yang diserahkan berupa puluhan paket sembako yang berisi beras petani Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” minyak, gula dan mie instan. “Tentu patut kita apresiasi bersama, acara ini kerjasama dengan Bali Post berkaitan dengan ulang tahun ke-72, dan BNI juga melakukan ulang tahun ke-74,“ katanya.

Baca juga:  Sepasang "Lutung" Resahkan Warga di Gilimanuk

Dikatakan melalui acara ini pihaknya berharap dapat mendukung para seniman agar tetap berkarya di tengah pandemi COVID-19. “Bagaimana agar melalui acara ini, BNI bisa mendukung para seniman khususnya di Gianyar, yang kita ketahui seniman dahulu sangat luar biasa, tentunya kita berikan apresiasi, sedikit tidaknya dengan memberikan bantuan sembako, semoga BNI terus bisa membantu dan menjaga budaya Bali,“ katanya.

Pemilik Sanggar Kayon, Dewa Ngakan Gede Suastika atau akrab disama Dewa Bondres menyampaikan terima kasih atas perhatian BNI dan Kelompok Media Bali Post. Diakui bantuan 80 lebih paket sembako ini akan sangat bermanfaat bagi para seniman. “Terima kasih BNI dan balipost sudah memberikan sembako kepada para seniman yang tergabung dalam Sanggar Kayon, kami ada 80-an lebih anggota menyampaikan terima kasih,” katanya.

Baca juga:  Pengamanan IMF-WB, Jika GA Erupsi Disiapkan Jalur Evakuasi dan Puluhan Pesawat

Diakuai pandemi COVID-19 telah memberi dampak signifikan dalam kehidupan para seniman. Namun di tengah kondisi ini pihaknya berupaya untuk tetap berkarya. “Kami para seniman yang tergabung dalam sanggar ini, dalam masse pandemi ini masih bisa berkreativitas membuat sinetron,“ katanya.

Diakui selama pembuatan sinetron itu, pihaknya secara ketat menerapkan protokol kesehatan, seperti mengatur jadwal syuting agar tidak melibatkan terlalu banyak orang. “Diatur dalam syuting memakai protokol kesehatan, dan jadwal syutingnya diatur agar tidak berbanyak cuma beberapa orang. Dalam sinetron Jaya Prana yang kami namai Kraton Jaya Prana ini melibatkan hampir 80 seniman,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.