Pemedek yang tersesat akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Lantaran kelelahan seorang pemedek dilaporkan tersesat dan terpisah dari rombongan pendaki yang akan melakukan persembahyangan di Pura Pucak Kedaton Batukau, Tabanan, AA Oka Ariawan (42) pada Selasa (25/8) malam. Pria yang diketahui PNS di Disnaker Denpasar ini tersesat saat hendak turun menuju posko. Beruntung, ia berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat, tidak jauh dari wantilan Pura Petali.

Dari informasi yang dihimpun, rombongan pemedek berjumlah sekitar 24 orang tersebut hendak menuju Pura Pucak Kedaton Batukau. Mereka mendaki pukul 09.30 melalui Pura Pucak Petali, Desa Jatiluwih, Penebel lantaran sebelumnya tidak diijinkan melewati Pura Luhur Batukau. Setelah beberapa jam perjalanan, sejumlah pendaki termasuk AA Oka Ariawan merasa lelah dan memutuskan beristirahat. Sementara pendaki yang masih kuat naik, sebanyak 17 orang meneruskan perjalanan dan akhirnya sampai di puncak pukul 14.00 wita.

Baca juga:  20 Orang Sembuh, Sisa Pasien COVID-19 di Gianyar 5 Orang

Setelah sempat beristirahat, para pendaki yang sebelumnya istirahat lantaran tak kuat naik, memutuskan untuk turun gunung. Saat rombongan yang sampai di puncak begitupun sejumlah pendaki yang berhenti ditengah perjalanan lantaran tak kuat naik, kembali turun dan berkumpul menuju ke wantilan Pura Petali, disanalah diketahui A. A Oka Ariawan tak ada dalam rombongan. Karena khawatir dengan keadaan rekannya, mereka pun melaporkan hal itu Basarnas Bali dan diteruskan ke Polsek Penebel.

Baca juga:  Terjatuh ke Sumur, Kakek 80 Tahun di Abiansemal Tewas

Kapolsek Penebel AKP Made Subadi saat dikonfirmasi Rabu (26 /8) mengatakan, setelah menerima adanya laporan salah seorang pendaki tersesat, jajarannya bersama tim gabungan dari Basarnas, SAR Polda Bali, BPBD Tabanan dan Polsek Penebel serta pihak Desa melakukan pencarian. “Pencarian membuahkan hasil, yang bersangkutan ditemukan Rabu pagi hari sekitar 06.15 Wita dalam kondisi selamat dan sehat,”terangnya.

Pihaknya pun menyayangkan kegiatan pendakian ini tidak ada melapor, dan mengimbau bagi warga masyarakat yang hendak melakukan pendakian agar senantiasa melapor terlebih dahulu ke Polsek atau ke kantor Desa, agar jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan bisa segera cepat ditindaklanjuti. ” disarankan juga untuk didampingi pemandu mencegah kejadian seperti ini terulang kembali,” tegasnya.

Baca juga:  Rai Mantra di TPS 8 Sumerta Kelod, Ini Pesannya Usai Nyoblos

Sementara itu Perbekel Jatiluwih, I Nengah Kartika mengatakan rombongan tersebut tidak melapor terlebih dahulu ke Bandesa adat maupun Babinkantibmas hendak melakukan pendakian lewat Pura Luhur Petali. “Rombongan ini sebelumnya berencana naik dari Pura Luhur Batukau tak diijinkan sehingga naik dari Pura Petali. Bahkan mereka tidak melapor, kedepan kami imbau agar masyarakat yang hendak mendaki agar melapor dulu agar tidak terjadi hal serupa,” terangnya. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.