Ilustrasi. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Dalam seminggu terakhir, tercatat ada 6 bayi lahir dari ibu yang diduga terpapar COVID-19. Sebanyak 3 diantaranya, lahir tepat pada hari Kemerdekaan RI ke-75, Senin (17/8). Bayi-bayi tersebut kini harus dirawat di ruang isolasi bayi dengan inkubator.

Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, mengatakan sebanyak 6 orang ibu hamil awalnya terindikasi COVID-19 karena hasil rapid test menunjukkan reaktif. Sehingga mereka harus segera mendapat penanganan serius dari rumah sakit untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang dikandungnya.

Syukurlah ibu dan bayi bisa ditangani dengan selamat. “Para spesialis dan paramedis yang terlibat dalam penanganan ibu bersalin sudah bekerja luar biasa. Walaupun dengan risiko tertular virus COVID-19 dari pasien, mereka tetap profesional melaksanakan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata dr. Kesuma.

Baca juga:  Persentase Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Bali Naik, Ini Peringkat Terbaru di Nasional

Bayi-bayi tersebut harus dirawat di ruang isolasi bayi dengan inkubator. Bahkan situasi ini mengakibatkan inkubator transport pun terpaksa digunakan.

Para spesialis kebidanan dan spesialis anak RSUD Klungkung harus bekerja ekstra tanpa libur, agar seluruh bayi dapat diselamatkan. Belum bisa dipastikan apakah bayinya tertular atau tidak.

Karena pascalahir, belum dilakukan swab. “Para ibu ini adalah pasien suspek COVID-19 dalam rentang seminggu terakhir. Dari 6 orang suspek, 2 orang di antaranya sudah keluar hasil swabnya positif. Sedang 4 orang lainnya belum keluar,” jelas dr. Kesuma.

Baca juga:  Gelombang Tinggi, Nelayan Takut Melaut

Ini merupakan momen langka di RSUD Klungkung. Ada hal berbeda yang terjadi di RSUD Klungkung pada hari bersejarah, 17 Agustus ini. Ruang Perinatologi tempat perawatan bayi-bayi baru lahir hingga umur 28 hari, pada 17 Agustus 2020, tepat berjumlah 17 orang.

Padahal, ruangan dengan kapasitas 12 tempat tidur itu, biasanya merawat bayi tidak lebih dari 10 orang. Bahkan sesekali pernah kosong. Tetapi, puncaknya justru terjadi pada 17 Agustus.

Dengan penanganan maksimal pada ibu hamil, pihaknya berharap semua ibu bersalin yang terindikasi terinfeksi COVID-19, dapat ditangani dengan selamat. Maka, selain penanganan medis, dia juga meminta para suami maupun keluarga dari ibu-ibu hamil hendaknya tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga:  Kedonganan Cruise Mulai Beroperasi

“Mari sayangi dan lindungi ibu-ibu hamil dari kemungkinan tertular virus COVID-19 agar bayi yang dilahirkan sehat walafiat sebagai calon generasi penerus keluarga,” tutup dr. Kesuma.

Sesuai dengan laporan terakhir Tim Medis RSUD Klungkung, saat ini total pasien positif maupun suspek yang dirawat sebanyak 77 orang. Terdiri dari 51 orang confirmasi positif COVID-19 dan 26 suspek COVID-19. Sebanyak 7 orang masih dirawat di ICU COVID-19 dan 8 orang masih dirawat di UGD, menunggu adanya tempat tidur yang kosong. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.