DENPASAR, BALIPOST.com – Bali United sedang menyeleksi tujuh pemain U -19. Mereka adalah Rizha Setiawan (Persib Bandung U-18), Dance Kambu (Borneo FC Samarinda U-18), Putra Ishak (Persipura Jayapura), serta empat skuad Bali United U-18 atas rekomendasi pelatih Made Pasek Wijaya. Keempatnya adalah I Gusti Putu Winantarayasa (kiper), Arya Duta Kusuma (gelandang), I Gede Agus Mahendra (bek kiri), dan I Made Tri Somanada (bek kanan).

Media Officer (MO) Bali United, Alexander Maha Putra Oemanas, di Denpasar, Jum’at (14/8) menerangkan, mereka ini masih dalam status seleksi. Seandainya skill-ball-nya mumpuni dan menarik perhatian pelatih Stefano ‘Teco’ Cugurra dan Eko Purjianto, maka mereka teken kontrak. Sebaliknya, jika kemampuannya dianggap kurang, maka mereka batal berkostum Serdadu Tridatu, yang diproyeksikan mengikuti Kompetisi Liga 1 di Bantul pada Oktober.

Baca juga:  Komang Tri Pengalaman Jajal Timnas Bulgaria

Sebelumnya, kata Alexander, manajemen Bali United mengikat kontrak tiga pemain U-19, yang kini sedang menjalani Pelatnas. Ketiganya adalah Komang Tri Arta Wiguna, Kadek Dimas Satria Adiputra, serta Irfan Jauhari. “Ketujuh pemain yang seleksi masih kami pantau selama latihan,” ungkap Alexander.

Di mata bomber Bali United, M. Rahmat, kehadiran skuad muda ini mengingatkan dirinya yang pernah berkarier di jenjang junior. Ia mengingatkan, pesepak bola muda harus fokus dan serius menggelutinya, maka akan sukses menjadi pesepak bola nasional. Apalagi, kualitas skill-ball mereka mumpuni ditopang mental pemberani, yang sudah dibuktikan dengan merantau walaupun usia masih muda.

Baca juga:  Bali United Rebut Poin Penuh di Laga Tandang

Rahmat berpesan, untuk menjadi pesepak bola nasional harus menjaga pola hidup dengan kesadaran tinggi. Misalnya, menjaga pola makan dan tidak begadang tengah malam. Rahmat merasa senang berkumpul kembali bersama rekan se-timnya selama dua pekan ini. “Langkah awal ini saya memulihkan kondisi fisik selama berlatih,” ungkap dia.

Rahmat juga setuju dengan penerapan manajemen yang memberlakukan tes swab dan rapid test. Soalnya, bertujuan untuk memantau kesehatan para pemain, pelatih dan manajemen, agar terhindar dari semua penyakit, utamanya tidak tertular virus corona. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.