Warga Desa Adat Padangbai menggelar aksi damai, Senin (3/8). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga Desa Adat Padangbai menggelar aksi damai pada Senin (3/8). Mereka menyampaikan aspirasi penolakan peyertifikatan tanah dan pembangunan Dermaga III di Pelabuhan Padangbai.

Sebelum menyampaikan aspirasi, warga lebih dulu melakukan persembahyangan bersama di Pura Pesamuhan Agung Desa Adat Padangbai. Dalam penyampaian aspirasi krama membawa sejumlah spanduk. Diantaranya bertuliskan “Sejebag leak Padang Bai siap ngeleakin para pencaplok lahan ring wewidangan Desa Adat Padangbai,” “Sing main main kulkul bulus Padangbai tolak penyertifikatan dan siap menghadapi para pencaplok tanah Desa Adat Padangbai,” dan “Banjar Adat Karya Madhi Satu Visi dan Misi Menolak Keras Pembangunan Dermaga 3 dan pensertifikatan tanah desa adat oleh PT ASDP.”

Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada meminta semua warga wajib memakai masker, jangan membawa benda berbahaya sajam dan yang lainnya. PTidak ada pelemparan apapun, tidak berkata kasar dan mengujar kebencian, mengumandangkan yel dengan tertib, tunduk arahan koordinator aksi, dan jauhkan segala bentuk kekerasan.

Baca juga:  Pascatemuan Mahasiswi Tewas di Kamar Kosnya, Pengawasan Rumah Kos Diperketat

Bendesa adat Padangbai, I Komang Nuriada menegaskan, bila pihak PT ASDP masih tetap bersikukuh, pihaknya bersama seluruh krama Desa Adat Padangbai siap turun dan siap kulkul bulus. “Kita siap ke BPN, Bupati dan Gubernur Bali untuk membicarakan masalah ini,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak ingin mendengar ada bahasa penglingsir atau tokoh desa adat dibilang mendukung rencana penyertifikatan dan pembangunan dermaga 3 tersebut. Jelas Nuriada, selama ini pihak desa adat berupaya menata jalan nasional ini.

Penataan ini telah dilakukan dengan memberikan pelebaran jalan yang lokasinya berada di tempat pembuangan sampah. Akses pelabaran tanpa syarat dan pembayaran.

Baca juga:  Pesona Wisata Taman Ujung

Selain itu, krama adat telah merelakan tanahnya untuk pelebaran pemasangan drainase, trotoar demi terciptanya kelancaran tranportasi menuju Pelabuhan Padangbai.

“Pembangunan dermaga 1-2 selama ini telah berjalan sukses. Pengerukan terjadi menyebabkan abrasi pantai tidak pernah ada perhatian dari pihak PT ASDP. Apa yang kami berikan telah kami dukung, tapi tidak ada sinergi timbal balik yang berkeadilan dari pihak PT ASDP. Jadi, kami menuntut apa yang menjadi hak desa adat supaya dipertimbangkan,” tegasnya.

Perbekel Padangbai, Wayan Sudiarta, menjelaskan, lahan desa adat jangan sampai dicaplok oleh oknum-oknum yang hanya ingin menguntungkan dirinya saja. Pihaknya, mengelar aksi damai ini karena masyarakat terpanggil hati nuraninya.

“Tolong dengarkan aspirasi kami. Buka mata dan buka telinga. Saya minta semeton desa jangan pernah ragu bersama desa adat,” tegasnya.

Baca juga:  Sudah Disiapkan Areal, Pedagang Bermobil Membandel Ditertibkan

Ia menambahkan meski ada halangan menghadang, krama desa adat akan berjuang sampai titik darah penghabisan. “Itu komitmen kami bersama krama desa adat. Mari kita bersatu, jangan sampai kendor. Bila tidak ada respons kita akan lanjutkan ke aksi yang lebih besar. Itu janji kami,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer ASDP, Zainal Abidin mengaku memang ada rencana untuk membangun Dermaga 3. Pembangunan dermaga itu instruksi secara langsung dari pemerintah pusat.

Untuk dapat membangun dermaga, lahan harus disertifikatkan atas nama ASDP. “Memang belum ada sosialisasi ke masyarakat. Karena untuk pembangunan harus ada kajian. Rencana pembangunan dermaga 3 memang sejak lama. Bila ada penolakan nanti akan kita disampaikan ke atasan,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.