Krama Desa Adat Padangbai menggelar Mapepada, Selasa (4/10). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Krama Desa Adat Padangbai, Kecamatan Manggis melaksanakan upacara Karya Agung Tawur Tabuh Gentuh, Memungkah Mumupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih di Pura Dang Kahyangan Penataran Agung. Pada Selasa (4/10), dilaksanakan upacara mapepada.

Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada, mengungkapkan, sarana wewalungan yang dipergunakan dalam upacara mapepada ini, diantaranya, kebo, kambing, angsa, dan ayam. Saat upacara Tawur Tabuh Gentuh, wewalungan yang dipergunakan lebih lengkap, mulai dari kidang, menjangan, penyu, terenggiling, kucit dan yang lainnya. “Untuk upacara mapepada hari ini dipuput satu sulinggih, yakni Ida Peranda Gede Kerta Udiana dari Griya Keniten Taman Yeh Malong Culik Karangasem,” ujarnya.

Baca juga:  Pengurip Gumi Digelar Setelah Ada "Pawisik" Ida Bhatara

Dijelaskan, upacara karya agung ini seharunya dilaksanakan minimal 30 tahun sekali. Hanya saja, untuk saat ini upacara baru dapat dilakukan setelah 50 tahun.

Kata Nuriada, upacara baru sekarang ini bisa kembali dilaksanakan karena adanya berbagai kendala. Salah satunya pembangunan pura baru selesai dilakukan.

“Karya ini bisa terlaksana di tengah situasi pandemi covid-19 yang masih melanda ini, tidak lepas dari dukungan dari semua pihak, mulai dari brahmana walaka, termasuk antusias dari krama Desa Adat Padangbai sendiri. Dan biaya upakara sedikit lebih ringan karena adanya punia sarana upacara dari semua pihak,” imbuh Nuriada

Baca juga:  Kawasan Hutan Lerang Gunung Agung Kembali Terbakar

Nuriada, menambahkan, pelaksanaan Karya Agung ini akan berlangsung selama 12 hari. Mulai dari 5 sampai dengan 17 Oktober 2022. “Sementara untuk puncak karya akan berlangsung besok. Puncak karya akan dimulai pukul 09.00 WITA,” katanya.

Menurut, Nuriada, saat puncak karya akan ada lima sulinggih yang muput. Yakni, Ida Padanda Gede Rai Gunung Ketewal, Gianyar, Ida Padanda Gede Putra Tamu, Bungaya, Ida Padanda Gede Istri Nyoman Keniten, Pendem, Ida Padanda Gede Mas Timbul, Tabanan, dan Ida Padanda Gede Jelantik Dwaja, Budakeling.

Baca juga:  Diyakini Mampu "Nyomia" Bhuta Kala, Pamedek Berebut Ajengan Tawur Tabuh Gentuh

“Sementara untuk di Peselang akan dipuput empat sulunggih, yaitu Ida Padanda Gede Jelantik Wayahan Dauh, Gianyar, Ida Padanda Gede Jelantik Padang Budakelung, Ida Pedanda Ngurah Pidada Griya Sudi Kanton Subagan, dan Ida Pedanda Istri Dangkerta,” katanya.

Ia menyatakan, untuk setiap upacara penganyar nanti akan dipuput oleh lima sulinggih. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN