Warga berjalan melewati sebuah toko ponsel di Tokyo pada 18 Mei 2020. (BP/AFP)

TOKYO, BALIPOST.com – Tokyo melaporkan tambahan kasus harian signifikan. Bahkan mencapai rekor baru pada Sabtu (1/8).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, otoritas Tokyo mengonfirmasi sekitar 472 kasus baru virus corona. Angka itu menjadi rekor terbaru dalam dua hari berturut-turut saat jumlah kasus COVID-19 dilaporkan berada di atas 400.

Tokyo juga mengeluarkan kebijakan pembatasan jam buka restoran, bar, dan karaoke hingga pukul 10.00 malam. Kebijakan ini berlangsung mulai Senin (3/8) sampai akhir Agustus.

Baca juga:  Penjaringan Bacagub, DPC PDI-P Denpasar Daftarkan Rai Mantra ke DPD

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan kota tersebut dapat menyatakan status daruratnya sendiri, tapi pemerintah pusat berpendapat masih belum perlu mengumumkan status darurat secara nasional. Seiring terjadinya rekor lonjakan kasus di sejumlah kota di Jepang.

Sementara itu, kawasan Okinawa sudah mendeklarasikan situasi darurat dan meminta warganya diam di rumah selama 2 minggu. Kasus di destinasi wisata populer ini, dikutip dari AFP, mengalami peningkatan kasus COVID-19.

Baca juga:  Kebijakan Penanganan COVID-19 di Bali Tunjukkan Hasil Nyata

Gubernur Denny Tamaki pada Jumat meminta penduduk untuk menghindari berpergian yang tidak penting seiring melonjaknya kasus baru di kawasan itu. Sebagian besar terdeteksi di pangkalan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. “Kami melihat adanya ledakan penyebaran dari virus ini. Kami mengumumkan masa darurat hingga 15 Agustus,” kata Tamaki.

Ia menambahkan RS di Okinawa kewalahan dengan meningkatnya kasus yang harus ditangani. Okinawa mencatat 71 kasus baru pada Jumat sehingga kumulatif kasus mencapai 395 orang.

Baca juga:  Puluhan Warga Banjar Patas Terkena Sakit Mata

Di Pangkalan Militer AS terdapat 248 kasus, menurut pemerintah lokal. Terdapat sekitar 20 ribu prajurit Angkatan Laut AS di Okinawa dengan ribuan prajurit lainnya di pangkalan itu. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.