Petugas medis mengevakuasi warga dari salah satu panti jompo di Melbourne, Australia pada Rabu (29/7). (BP/AFP)

MELBOURNE, BALIPOST.com – Pada Kamis (30/7), Australia kembali melaporkan rekor baru tambahan kasus COVID-19 harian. Bahkan, hari ini merupakan yang paling mematikan selama wabah tersebut melanda Negeri Kangguru ini, karena jumlah kasus kematiannya pun yang tertinggi.

Memasuki minggu ketiga dalam masa karantina wilayah di Melbourne, lonjakan kasus terjadi. Hal ini menyebabkan upaya pemerintah dalam mengontrol meluasnya penyebaran COVID-19 menjadi tersendat.

Dikutip dari AFP, sebanyak 13 kasus kematian dan 723 kasus positif baru dilaporkan di wilayah yang ada bagian selatan Negara Bagian Victoria saja. Lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus harian yang dicatatkan Australia pada Senin lalu, yakni 549 orang.

Baca juga:  Ditunggu!! Langkah Berani Isolasi Bali

Pimpinan Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, mengindikasikan lonjakan kasus ini berasal dari klaster panti jompo. Sebagian besar dari yang meninggal berumur antara 70 sampai 90 tahun.

Di salah satu panti jompo yang terparah terdampak COVID-19, Epping Gardens, sebuah ambulans terlihat pada Rabu (29/7) membawa jasad warga yang meninggal. Sementara itu, tenaga kesehatan memindahkan sejumlah warga menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal ke-49 di Bali, Ini Detilnya

Seluruh Australia masih berada dalam kewaspadaan tinggi, seiring munculnya kasus baru yang dilaporkan di Queensland dan sejumlah sekolah di Sydney kembali ditutup di tengah kekhawatiran kota terbesar di Australia itu juga akan mengalami wabah yang tidak bisa dikontrol.

New South Wales melaporkan 18 kasus baru, hampir sama dengan sehari sebelumnya.

Australia merupakan salah satu negara yang sukses dalam menanggulangi pandemi ini. Namun Melbourne kini memiliki ribuan kasus baru sejak pertengahan Juni.

Baca juga:  Sariawan, Coba Obati dengan Kopi Bubuk

Pemerintah kini telah memperluas karantina wilayah di Melbourne ke sejumlah kota-kota yang dekat dengannya dan menurunkan tim penanggulangan bencana ke panti-panti jompo yang ada di kota itu.

Tim itu, yang biasanya menangani gempabumi dan bencana di luar negeri, terdiri dari doktor, perawat, paramedis, dan ahli logistik.

Saat ini, akumulatif kasus COVID-19 di Australia mencapai 16.000 orang dengan 189 kematian dari populasi 25 juta penduduk. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.