Petani di Tabanan sedang bekerja di lahannya. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan Tabanan kesulitan melakukan pendataan lahan tidur lantaran banyak pemilik lahan berada di luar daerah. Meski demikian, pendataan masih akan terus diupayakan mengikuti arahan Bupati Tabanan, terkait dengan upaya menjaga ketahanan pangan selama pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Tabanan I Nyoman Budana mengakui sampai sekarang pihaknya belum punya data lahan tidur di Tabanan. “Sampai saat ini kami masih belum punya data itu. Sebetulnya dulu pimpinan (Bupati-red) juga pernah memanggil kami termasuk para Camat untuk mendata lahan tidur. Sulitnya pendataan karena banyak lahan yang dipantau atau diketahui lokasinya pemiliknya ada di luar daerah. Bahkan sampai dua sampai tiga kali alih kepemilikan sehingga sulit untuk didata,” terang Budana belum lama ini.

Baca juga:  Lahan Tidur Dijadikan Produktif, Polisi Panen Edamame

Dia mengakui, pendataan lahan tidur bukan baru sekarang dilakukan, melainkan sudah sejak lama digulirkan dan pernah berencana menggandeng unsur TNI yang siap tenaga untuk mengolah lahan tersebut. “Meski ada yang menyampaikan keberadaan lahan tidur, itu hanya beberapa dan itupun untuk dikerjasamakan dengan petani dan pengelola masih kesulitan koordinasi,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya masih tetap akan meneruskan pendataan sekaligus pendampingan pada masyarakat yang sudah memiliki lahan sendiri. Budana mengakui selama pandemi COVID-19 sudah banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan lahan untuk bisa jadi tumpuan ekonomi. “Belum lama ini saya sempat ke wilayah Selemadeg. Di sana banyak pinggir pematang yang dulunya tidak tergarap baik, sekarang berisi cabai dan jagung. Artinya, masyarakat sudah mulai dari diri sendiri menjaga ketahanan pangan mereka. Bahkan penjual bibit tanaman buah dan sayur cukup banyak pesanannya,” pungkasnya.

Baca juga:  Pelestarian Puluhan Sapi Putih di Taro Terancam, Desa Tak Lagi Subsidi Pakannya

Sebelumnya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan, upaya menjaga ketahanan pangan terus digaungkan di tengah pandemi COVID-19. Dalam hal ini dia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong ataupun pekarangan rumah dengan hidroponik, minimal menjaga ketahanan pangan mandiri untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia juga telah meminta dinas terkait melakukan pendataan lahan tidur untuk nantinya dikerjasamakan agar bisa diolah dan dimanfaatkan dengan komoditi yang dianggap cocok dengan geografis wilayah setempat. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Solusi Krisis Air dan Lahan Tidur, Budidaya Melon Dikembangkan di Lahan Sawah
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *