Diah Werdhi Srikandi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – DPRD Bali mendorong rencana pemerintah pusat untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Jembrana dan Karangasem. Pasalnya, dewan menilai energi yang dihasilkan dari tenaga surya bersih dan ramah lingkungan.

Di samping karena Gubernur juga tengah fokus mengembangkan tenaga surya untuk menyiapkan Bali mandiri energi. “Makanya yang kita dorong PLTS dari pusat itu di Jembrana dan Karangasem, karena lumayan, masing-masing 25 MW,” ujar Koordinator Pansus Ranperda Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P) Bali Tahun 2020-2050, IGA Diah Werdhi Srikandi usai mengikuti Rapat Laporan Pembahasan Pansus di DPRD Bali, Senin (20/7).

Baca juga:  Rapat Pembahasan Ranperda RUED-P Diwarnai "Adu Mulut"

Menurut Diah Werdhi, keberadaan PLTS dapat mengurangi ketergantungan Bali terhadap pasokan listrik dari Paiton, Jawa Timur. Saat ini, rencana PLTS masih dikaji dan berproses.

Termasuk, sedang disesuaikan dengan RTRW kabupaten. “Kita dorong PLTS karena bersih, tidak ada polusinya. Sinar matahari mengenai panel surya, kemudian energi masuk ke mesin combiner. Selanjutnya energi DC diubah menjadi AC oleh mesin inverter, dan selanjutnya dialihkan ke Gardu PLN,” papar Ketua Komisi III DPRD Bali ini.

Baca juga:  Antisipasi Pesatnya Perkembangan Nusa Penida, PLN Siapkan PLTS di 2019

Disisi lain, Diah Werdhi juga mendorong Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali untuk mengkaji dampak pengeboran geothermal. Saat ini, geothermal memang sudah distop dan pihaknya juga memastikan proyek tersebut tidak akan berlanjut.

Akan tetapi, pengeboran yang sudah kadung dilakukan perlu dikaji agar kedepan tidak berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. “Kemarin saya tanya di ESDM, setelah tutup sama sekali tidak ada turun lagi untuk mengecek. Tapi kalau untuk dilanjutkan, tidak. Gubernur kan sudah bilang distop,” tegas Politisi PDIP ini. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.