Putu Wirawan warga Tukadaya, Melaya mengolah serbuk kelapa menjadi bahan campuran media tanam (cocopit). (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 yang mempengaruhi perekonomian tidak membuat sejumlah anak muda patah arang. Bahkan beberapa warga tetap produktif dengan berbagai cara untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

Seperti yang dilakukan Putu Wirawan (24) asal Tukadaya, Kecamatan Melaya ini. Wirawan yang saat ini telah memiliki momongan masih balita, sempat terpukul sejumlah usahanya tak bisa berjalan lantaran COVID-19.

Maklum saja, salah satu usahanya sangat bergantung dengan event-event pertunjukan musik dengan menyewakan pagar panggung dari anyaman bambu. “Sudah beberapa bulan ini sudah stop. Biasanya sebulan bisa lima sampai enam event. Lumayan untuk memberi pekerjaan teman-teman di sini,” ujar sarjana Teknologi Informasi Universitas Udayana ini.

Baca juga:  Perlu Ditinjau, Pembatasan Operasional Pasar

Begitu juga dengan usaha kelapa yang ditekuninya keluarganya, juga mengalami penurunan lantaran harga jual kelapa butiran yang turun. Namun meskipun tak ada pekerjaan, Wirawan tak putus asa.

Ia pun banting setir melirik hobi menanam yang belakangan diminati warga. Salah satu celah yang dilihatnya adalah penyediaan media tanam.

Ia pun memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar rumahnya, seperti sekam (jerami yang dibakar) dan cocopit (fermentasi serat kelapa). Bahan-bahan yang mudah ditemui di sekitar rumahnya itu kemudian diolah beberapa tahap, hingga menghasilkan media tanam yang bisa dijual. “Kebetulan di sini banyak kelapa dan jerami bekas di persawahan. Saya manfaatkan menjadi layak jual,” ujar Wirawan ditemui awal pekan lalu.

Baca juga:  Timbul Tenggelam Rencana Bandara Bali Utara

Menurutnya proses yang dilakukan untuk menjadikan bahan-bahan pertanian itu menjadi barang berharga sedikit rumit. Tetapi bila ditekuni, ternyata cukup menghasilkan. “Lumayan cukup untuk kebutuhan susu anak. Sebenarnya memang latar belakang keilmuan saya TI. Tapi saya kurang nyaman kalau di kantoran,” akunya.

Ke depan menurutnya untuk usaha penyediaan media tanam ini sangat menjanjikan. Apalagi kebutuhan untuk media tanam saat ini sedang dicari, terutama untuk mendukung pertanian organik.

Baca juga:  RRT Sudah Kondusif, Begini Situasi di Beijing

Selama sebulan menjalani usaha tersebut, Putu Wirawan mengaku sudah cukup mendapatkan hasil. Bahkan pemesanan tidak saja dari seputaran wilayah Jembrana saja, melainkan sampai ke Badung dan sekitarnya.

Meskipun nantinya kondisi sudah mulai normal, event (konser) musik sudah bisa diselenggarakan lagi, Putu mengaku tetap akan menggeluti usaha penyediaan media tanam tersebut (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.