Dewa Made Indra. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sudah hampir 4 bulan sejak wabah COVID-19 melanda Bali. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali pun telah melakukan rapid dan swab test untuk melakukan penelusuran penularan COVID-19.

Menurut Ketua Harian GTPP COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, Selasa (7/7), telah dilakukan uji cepat atau rapid sebanyak 161.526 orang atau test. Rapid test dilaksanakan terkait contact tracing (penelusuran kontak) yang secara gencar dilaksanakan oleh GTPP COVID-19, khususnya menyasar klaster-klaster penyebaran COVID-19, seperti pasar tradisional, desa, dan banjar.

Rapid test yang dilaksanakan secara gencar ini bertujuan mempercepat penelusuran orang atau masyarakat yang sempat kontak dengan pasien positif sehingga mempermudah penanganannya serta mempercepat proses memutus mata rantai penyebarannya. Rapid test juga dilaksanakan untuk keperluan perjalanan, Pekerja Migran Indonesia (PMI), atas permintaan sendiri, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Politik Jangan Dianggap Laki-laki, Peran Perempuan di Kultur Patriarki

“Sedangkan yang sudah diuji swab sebanyak 34.974 orang atau test,” ungkap Ketua Harian GTPP COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam rilisnya.

Berdasarkan hasil test terhadap lebih dari 195 ribuan orang atau test tersebut, lanjut Dewa Indra, secara kumulatif ditemukan 1.940 orang positif COVID-19 yang terdiri dari 1.920 orang WNI dan 20 orang WNA. Apabila dirinci WNI yang positif COVID-19 terdiri dari 295 orang PMI, 1.564 orang transmisi lokal, 61 orang Pelaku Perjalanan Dalam Negeri.

“Hari ini ada penambahan pasien positif 40 orang WNI yang terdiri dari 39 orang transmisi lokal dan 1 orang Pelaku Perjalanan Luar Negeri. Secara kumulatif jumlahnya menjadi 1.940 orang,” ujar Dewa Indra.

Sementara itu penambahan jumlah pasien yang sembuh pada hari ini sebanyak 60 orang WNI yang terdiri dari 57 orang transmisi lokal, 2 orang Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan 1 orang Pelaku Perjalanan Dalam Daerah. Secara kumulatif jumlah pasien sembuh mencapai jumlah 1.034 orang.

Baca juga:  Miliki Potensi e-Sports, Tim dari SMAN 1 Negara Raih Juara II di Kompetisi Nasional

Disebutkan juga, saat ini kasus aktif atau jumlah pasien dalam perawatan berjumlah 881 orang. Pasien dalam perawatan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dikarantina berjumlah 730 orang. Mereka dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.

Sedangkan yang dirawat di RS Rujukan atau pasien dengan gejala sebanyak 151 orang, yang dirawat di 14 rumah sakit rujukan yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota se Bali. “Pasien meninggal hari ini bertambah 2 orang WNI transmisi lokal. Secara kumulatif korban meninggal berjumlah 25 orang yang terdiri dari 23 orang WNI dan 2 orang WNA,” ungkap Dewa Indra.

Lebih lanjut, Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini menjelaskan sebagian besar pasien meninggal karena memang sebelumnya mempunyai penyakit bawaan/komorbid menahun seperti diabetes militus, jantung, ginjal dan hipertensi.

Baca juga:  Perusahaan Tiongkok Siap Produksi Massal Vaksin Corona

Data ini, jelas Dewa Indra, memperlihatkan perubahan pola pendekatan yang diterapkan GTPP COVID-19 Provinsi Bali. Semula GTPP COVID-19 fokus pada ODP dan PDP. Per akhir Mei 2020 mulai memperluas rapid test dan swab test menyasar OTG.

Jumlah angka positif di Bali saat ini sebagian besar didominasi oleh transmisi lokal. Secara kumulatif berjumlah 1.564 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.