Tim saat melakukan verifikasi di DTW Taman Tirtagangga jelang pembukaan objek wisata. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Gubernur Bali I Wayan Koster telah mengeluarkan pernyataan bakal mulai membuka pariwisata di Pulau Bali pada 31 Juli mendatang. Sejalan rencana itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Karangasem telah melakukan verifikasi terhadap DTW yang ada di Bumi Lahar jelang pembukaan pariwisata tersebut.

Kadis Pariwisata Karangasem, I Ketut Sedana Mertha, Selasa (7/7)menjelaskan, jelang rencana dibukanya kembali objek wisata si Bali, pihaknya mulai melakukan verifikasi terhadap DTW yang ada di Karangasem untuk menyambut pembukaan pariwisata tersebut. Kata dia, dari 77 DTW yang ada di Karangasem, sebanyak 7 sudah mengajukan untuk dilakukan verifikasi ke web Dispar Karangasem. Mulai dari Besakih, Lempuyang, Edelweis, Puri Agung Karangasem, Dukuh Penaban, Taman Soekesada Ujung, Taman Tirta Gangga.

Baca juga:  DTW Bedugul akan Dikelola Bumda

“Tadi kita sudah lakukan verifikasi langsung ke lapangan, yakni ke DTW Taman Tirtagangga dan Puri Agung Karangasem. Termasuk restoran tirta Ayu juga sudah di verifikasi. Sisanya yang belum di verifikasi akan dilanjutan Kamis dan Jumat mendatang. Pada dasarnya DTW dan restoran yang di verifikasi ini dijadikan percontohan karena sudah memenuhi protokol kesehatan bila objek nanti dibuka untuk pengunjung,” ucapnya.

Sedana Merta menambahkan, verifikasi memang sangat penting dilakukan karena untuk mengetahui kesiapan protokol kesehatan di objek tersebut jelang new normal. Jelas Sedana Mertha, DTW wajib menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh di sejumlah titik di kawasan DTW tersebut.

Baca juga:  Datangi Baleg DPR RI, Gubernur Koster Harap RUU Provinsi Bali Bisa Dibahas 

“Yang paling prinsip kesiapan disiplin secara bersama. Mulai dari pengelola pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan wajib memakai masker, jaga jarak. Bagi pengelola di bagian tertentu bisa memakai pelindung wajah, slop tangan. Dan kita juga mendorong semua DTW di dorong memakai pembayar e-tiketing non tunai,” jelasnya.

Kepala Bidang Pemasaran Ni Made Suradnyani, mengatakan, di Karangasem ada sekitar 400 hotel. Maka dengan jumlah yang cukup banyak, maka pihaknya tidak bisa memverifikasi semuanya. Maka dilakukan secara bertahap. “Kita akan lakukan bertahap. Saat ini baru percontohan. Kalau dilihat hampir semua hotel sudah siap,” jelasnya. (Eka Prananda/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.