I Gusti Bagus Putra Pertama. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Penyebaran COVID-19 kian meluas di Kabupaten di Karangasem. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karangasem hingga saat ini ada 33 dari 75 desa sudah terjangkit.

Seluruh desa yang ditemukan pasien COVID-19 berasal dari 7 kecamatan, yakni Kecamatan Abang di 7 desa, yakni Desa culik, Datah, Kesimpar, Nawakerthi, Purwakerti, Tista. Sedangkan di kecamatan Bebandem ditemukan di 2 desa, yakni Desa Bebandem, dan Bungaya Kangin.

Baca juga:  Telkom Peduli Serahkan Bantuan APD ke RSUP Sanglah

Untuk kecamatan Karangasem ditemukan di 3 kelurahan, yakni kelurahan Karangasem, Padangkerta dan Subagan, serta di 3 desa, yakni desa Seraya Barat, Pertima dan Bugbug.

Untuk di Kecamatan Kubu, ditemukan di 4 desa yakni di Desa Tianyar Barat, Ban, Kubu, dan Sukadana. Sedangkan di kecamatan Manggis ditemukan di 5 desa, yakni Desa Antiga, Antiga Kelod, Gegelang, Padangbai, dan Sengkidu.

Kecamatan Rendang ditemukan di 3 desa yakni di Desa Menanga, Nongan dan Rendang. Sementara di Kecamatan Sidemen ditemukan di 5 Desa yakni desa Kertha Buana, Lokasari, Sangkan Gunung, Sidemen dan Tangkup. “Hingga kini Selat masih nihil kasus COVID-19,” ucap Koordinator Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, Senin (6/7).

Baca juga:  Disayangkan, Banyak Hotel di Karangasem Menolak Dijadikan Lokasi Karantina Naker Migran

Pertama mengatakan, hingga kini jumlah pasien COVID-19 sebanyak 96 kasus yang ditemukan di Karangasem langsung. Kata dia, untuk penyebaran melalui PPLN sebesar 22 persen, paling tinggi penyebarannya terjadi karena kasus transmisi lokal sebesar 78 persen. “Pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 48 kasus,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan meningkatnya kasus setiap harinya, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat Karangasem lebih taat dalam menjalankan standar protokol kesehatan. Dengan cara mempergunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan menghindari kerumunan. (Eka Prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.