Bupati Mahayastra. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ratusan siswa di Gianyar tercecer dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA tahun ajaran 2020/2021. Menyikapi kondisi ini Bupati Gianyar I Made Mahayastra langsung menggelar rapat dengan seluruh kepala SMA Negeri se-Gianyar pada Senin (6/7).

Hasilnya disepakati akan diadakan penambahan rombel pada 4 SMA Negeri. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan saat ini jumlah lulusan peserta didik terus bertambah dari tahun ke tahun, sebab itu memang harus diambil langkah cepat.

Seperti PPDB tahun ini diketahui cukup banyak siswa yang tercecer. “Sehingga atas arahan Bapak Gubernur saya bergerak terkait ini (siswa tercecer-red), sehingga saya undang seluruh kepala SMA Negeri, dan selesai rapat tadi sudah saya telepon Kadisdik Bali intinya beliau setuju,“ katanya.

Dijabarkan ada dua poin yang menjadi kesepakatan dalam rapat di Kantor Bupati Gianyar itu. Pertama tidak boleh terjadi eksodus siswa yang telah diterima di SMA negeri yang satu ke SMA Negeri yang lain ataupun SMK Negeri.

Baca juga:  Penghargaan Bagi Perintis LPD dan Launching Program Ajeg Bali

Kedua, tidak boleh ada eksodus siswa yang telah diterima di sekolah swasta, diterima lagi di sekolah negeri yang baru atas penambahan ruang kelas ini. Ditekankan dua keputusan ini menjadi hal prinsip yang wajib dilaksanakan. “Jadi dengan penambahan rombel ini tidak boleh terjadi eksodus,” katanya.

Atas keputusan itu pihaknya juga sepakat mengajukan ke Pemprov Bali terkait penambahan rombel di 4 SMA Negeri di kawasan seni ini. Meliputi SMA N 1 Blahbatuh, SMA N 1 Ubud, SMA N 1 Sukawati dan SMA N 1 Gianyar. Berapa rombel yang akan ditambah pada masing-masing SMA negeri itu, Bupati Gianyar mengatakan masih akan dirapatkan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali. “Berapa rombel itu teknis lagi, besok kepala sekolah dipanggil ke provinsi, yang jelas tidak ada siswa yang tidak dapat sekolah,” katanya.

Baca juga:  Duda Timur akan Kembalikan Putung Jadi Obyek Andalan Karangasem

Bupati juga memastikan seluruh siswa mendapat sekolah, pihaknya pun memastikan seluruh siswa yang sempat tercecer itu sudah terdata. “Semua sudah ada datanya, seperti di SMA Gianyar saja ada 60 orang itu,” katanya.

Sementara beberapa SMA Negeri di kawasan seni ini masih ada yang kekurangan siswa, Seperti SMAN 1 Payangan yang cukup banyak kekurangan siswa dalam PPDB tahun ini. SMAN 1 Tampaksiring kekurangan 5 siswa. “Kalau Payangan kekurangan siswa, nanti apakah digeser sedikit,“/” katanya.

Sementara untuk jangka panjang Bupati Mahayastra sudah mengusulkan di Gianyar ada penambahan dua SMA Negeri. Pertama di Kecamatan Sukawati ada SMKN 3 Sukawati yang bisa dijadikan SMAN 2 Sukawati. “SMKN 3 Sukawati itu sudah lama tidak jalan, sebagai bupati telah mengusulkan kepada gubernur untuk merubah menjadi SMA Negeri 2 Sukawati. Untuk SMA Negeri 2 Gianyar akan diusulkan mau mengontrak Dwijendra atau provinsi mungkin punya lahan di perbatasan Gianyar dan Bitera. Penambahan dua SMA Negeri ini cukup saya kira, untuk satu sampai dua tahun ke depan,” katanya.

Baca juga:  Sandang Predikat Kota Terbaik Dunia, Ubud Masih Hadapi Persoalan Ini

Selain itu pihaknya kini juga mempercepat pengusulan perluasan SMAN 1 Blahbatuh. Sekarang untuk bangunan perluasan tinggal dikerjakan oleh Pemprov Bali. “Termasuk perluasan SMA Negeri Blahbatuh sudah dulu dikaji, saya dulu bertindak memindahkan sekolah dasar, kebetulan tempat sudah ada, bapak Gubernur tinggal merombak bekas SD itu menjadi perluasan SMA Negeri Blahbatuh,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.