Sejumlah anggota Komisi III DPRD Bali mengecek lokasi abrasi di Pantai Jineng Agung Gilimanuk. Komisi III berharap agar penanganan abrasi ini menjadi prioritas di tahun 2021 nanti. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Penanggulangan abrasi pantai di Jineng Agung, Gilimanuk sejatinya tahun 2020 ini sudah berjalan. Namun karena kondisi pandemi Covid-19, anggaran penanganan terpangkas. Namun, diharapkan pembangunan tanggul pelindung abrasi di Pantai yang berdekatan dengan Pelabuhan Gilimanuk ini bisa direalisasi tahun 2021 mendatang.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan Komisi III DPRD Provinsi Bali ke lokasi abrasi tersebut akhir pekan lalu. Komisi III yang diketuai IGA Diah Werdhi Srikandi WS bertemu dengan masyarakat guna memastikan penanganan abrasi yang telah merenggut areal permukiman warga ini diprioritaskan. “Abrasi disini (Jineng Agung) sudah dialami bertahun-tahun. Tahun 2018 lalu, saya sudah pernah mengecek abrasi ini, dan sudah mengusulkan ke BWS agar (penanganan) abrasi ini diprioritaskan,” terang Diah Srikandi.

Baca juga:  Percobaan Bunuh Diri di Pantai Lebih

Dari tindak lanjut usulan itu, Balai Wilayah Sungai Bali-Penida telah diusulkan ke pusat tahun 2020 untuk penanganan abrasi sepanjang 700 meter. Namun karena masa pandemi banyak anggaran yang dialihkan ke penanganan covid di Pusat. “Untuk BWS sendiri terpangkas Rp 75 Miliar. Astungkara agar di tahun 2021 bisa terealisasi,” terang politis PDI Perjuangan ini.

Selama belum terealisasinya penanganan dari BWS, warga di Jineng Agung membentuk Sekaa gotong royong untuk penanganan abrasi. Warga berupaya membuat tanggul berbahan seadanya seperti tumpukan kampil berisi material. Harapannya agar air tidak menerjang langsung hingga ke permukiman warga. Saat air pasang, sejumlah rumah terdampak bahkan jalan yang menghubungkan antarlingkungan telah putus. Komisi III dan sejumlah anggota DPRD berinisiatif memberikan donasi untuk meringankan sekaa gotong royong warga itu. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.