Gede Edy. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Karateka Gede Edy Saputra dari Dojo Semangat Bali, harus puas menduduki peringkat keempat dalam Kejurnas Terbuka, pada kategori kerapian teknik atau kata perorangan. Kejuaraan secara online melalui virtual ini, ke depan diharapkan lebih semarak lagi.

Kejuaraan bertajuk ‘Indonesia Virtual Karate Championship 2020’ dipusatkan di Jakarta. Edy menduduki peringkat IV di nomor kata perorangan pemula. Pada kelas yang diikuti Gede Edy, juaranya direbut M. Kafka Ardi Azkiya dari ROKC yang merebut poin 26.1, disusul juara II Khalfani Dirga Arista dari INKANAS Kota Payakumbu yang merebut nilai 25.86, juara III diraih M. Wan Aqsan asal NTB yang meraup poin 25.74.

Baca juga:  Jadi Kurir Napi Narkoba, Ratusan Gram Narkoba Disita dari Pemilik Warung

Penggagas Dojo Semangat, Nyoman Sumayasa, di Badung, Rabu (1/7) menuturkan, pihaknya bangga, atlet asuhannya bisa mengikuti Kejurnas karate khusus kata, yang bersifat terbuka dan diikuti dari berbagai perguruan, klub maupun kota dan provinsi di Indonesia. Kejuaraan dibagi mulai kategori usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, junior, U-21, senior dan veteran. “Bagi karateka terjun pada sebuah kejuaraan sangat diperlukan, guna mengukur pencapaian prestasi selama latihan,” ungkap Sumayasa.

Baca juga:  Panwaslu Gianyar Kerahkan Ratusan Pengawas untuk Bidik Kampanye Terselubung

Dikemukakan, selama pandemi COVID-19 ini latihan kurang intensif. Sebagian karateka berlatih di rumah, ada yang berlatih di dojo, termasuk bagi karateka yang turun di nomor laga (kumite), pola latihannya kurang intensif. “Kami akui karateka sekarang berlatih hanya peragaan jurus kata. Sedangkan, karateka kumite berlatih memukul atau menendang bukan dengan lawannya, tetapi cukup memukul samsak,” tukasnya.

Sumayasa menambahkan, hal ini dilakukan selama wabah virus corona, sebagaimana peraturan pemerintah yang menerapkan protokol kesehatan, dan bagi atlet bela diri dilarang melakukan kontak bodi. Ia meminta kepada para karateka agar senantiasa mengikuti berbagai kejuaraan, walaupun melalui meeting zoom atau virtual. “Saya kira atlet tetap perlu terjun pada berbagai event, meskipun di tengah pandemi COVID-19,” ucap Sumayasa, yang juga Ketua Pengkab FORKI Badung ini. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.