Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pascatambahan seratusan warga positif COVID-19, pada Minggu (28/6), kembali ada kasus baru di Bali. Jumlahnya mencapai puluhan. Juga dilaporkan adanya tambahan kasus meninggal.

Pada hari ini, dari data per pukul 12.00 WIB, kumulatif kasus COVID-19 Bali mencapai 1414 kasus dari 1.369 sehari sebelumnya. Artinya, ada 45 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Selain itu ada penambahan pasien sembuh. Kumulatif kasus sembuh sebanyak 771 orang. Atau bertambah 20 pasien sembuh dari sehari sebelumnya.

Juga terjadi tambahan pasien meninggal sebanyak 2 orang. Sehingga kumulatif pasien meninggal mencapai 13 orang.

Baca juga:
INSA Sesuaikan Tarif Petikemas Surabaya-Ambon

Dilihat dari data Diskes Bali, kasus meninggal merupakan warga Denpasar dan Gianyar. Akibat penambahan ini, Denpasar kini mencatat 8 kasus meninggal. Sedangkan Gianyar baru catatkan 1 kasus meninggal.

Spesimen Diperiksa

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers streamingnya, mengatakan per pukul 12.00 WIB, pemeriksaan mencapai 17.230 spesimen. Total sebanyak 770.600 spesimen sudah diperiksa.

Tes spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Melokuler (TCM). Dari tes tersebut, masih ada penambahan kasus positif sebanyak 1.198 orang sehingga kumulatifnya mencapai 54.010 kasus.

Baca juga:
Cegah Dini Osteoporosis, Mahasiswa Ajak Warga Senam Tulang Sehat

Jika diperhatikan, ada 5 provinsi yang tambahan kasus COVID-19 cukup besar. Yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Kalimantan Selatan.

Ia pun mengatakan ada beberapa provinsi melaporkan kasus baru lebih sedikit dari kasus sembuh. Sebanyak 20 provinsi melaporkan kasus di bawah 10. Sembilan provinsi melaporkan tidak ada tambahan kasus.

Yurianto melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 1.027 orang sembuh sehingga totalnya menjadi 22.936 pasien. Kasus meninggal bertambah 34 orang sehingga total kasus menjadi 2.754 orang.

Sehingga, lanjutnya, masih ada orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini sebanyak 47.658 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 14.712 orang.

Baca juga:
Kebakaran Lahan di Gunung Agung Makin Meluas Sampai Puncak

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sebanyak 448 kabupaten/kota telah terdampak kasus ini. “Mari kita pahami bersama bahwa penambahan kasus ini menggambarkan bahwa disiplin dan kepatuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan belum dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Maka, ia mengatakan, sangat mungkin akan terjadi penularan jika ada dalam keluarga. Inilah perlunya ada komitmen bersama dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga penyebaran COVID-19 bisa diputus. “Kita pasti bisa,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.