Seorang petugas melakukan fogging untuk mencegah DBD. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung, meminta masyarakat di Gumi Keris untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Upaya ini dikarenakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan cukup signifikan akibat siklus tahunan.

Berdasarkan catatat Dinas Kesehatan (Diskes) Badung selama periode Januari-Juni 2020 jumlah penderita DBD mencapai angka 2.300 kasus. Dari ribuan kasus ini dua diantarnya meninggal dunia.

Kasus meninggal pertama terjadi pada Februari 2020 di Banjar Sila Dharma, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi dan kasus meninggal kedua terjadi di Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara.

Kepala Dinkes Badung dr. I Nyoman Gunarta, Rabu (23/6) mengatakan kasus DBD di Kabupaten Badung mengalami peningkatan pada tahun 2020 lantaran dipengaruhi siklus tiga tahunan. Selama periode Januari-Juni 2020 saja diakui sudah mencapai 2.300 kasus. Melonjaknya kasus pada tahun ini juga dipengaruhi siklus tiga tahunan dan curah hujan yang cukup tinggi.

“Untuk kasus meninggal tahun ini jumlahnya sama dengan tahun 2019. Tahun lalu kasus meninggal juga 2 kasus, yakni terjadi di Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi dan di Lingkunagn Bualu Indah, Kelurahan Benoa, Kecamatan Mengwi,” ungkapnya.

Mantan Dirut RSD Mangusada itu mngatakika kasus terbanyak selama periode Januari-Juni 2020 terjadi di Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 1.010 kasus, disusul Kecamatan Abiansemal 423 kasus. Berikutnya, Kecamatan Mengwi 415 kasus, Kecamatan Kuta Utara 270 kasus, Kecamatan Kuta 135 kasus, dan Kecamatan Petang 47 kasus. “Di Kecamatan Kuta Selatan, pada bulan April 2020 sempat mencapai angka 331 kasus,” jelasnya.

Secara grafik kasus DBD selama empat bulan pertama yakni rentang Januari-April, kasusnya terus mengalami kenaikan. Pada Januari 2020, misalnya kasus DBD tercatat 99 kasus, bulan Februari 2020 ada 234 kasus dan 1 kasus meninggal, bulan Maret 2020 ada 484 kasus, dan April 2020 ada 746 kasus dan 1 kasus meninggal.

Kasus tertinggi terjadi pada April 2020, namun kemudian pada bulan Mei 2020 mulai menunjukkan penurunan. Tercatat bulan Mei 2020 kasusnya sudah menurun menjadi 613 kasus.

Bahkan, pada bulan Juni 2020 setidaknya hingga tanggal 19 Juni 2020, kasusnya turun drastis menjadi hanya 124 kasus. “Jika dibandingkan dengan periode yang sama Januari-Juni 2019 yang hanya 764 kasus, terjadi peningkatan drastis pada tahun 2020 yang tembus 2.300 kasus. Bahkan, bila dibandingkan dengan periode yang sama Januari-Juni 2018, perbandingannya semakin jauh sebab tahun 2018 diperiode yang sama hanya 187 kasus,” katanya.

Birokrat asal Sibang Gede ini menyatakan, berbagi langkah untuk pencegahan DBD sudah digalakkan selama ini. Salah satunya dengan melakukan fogging terfokus dan fogging reguler dengan mesin ULV.  “Hanya dengan fogging saja tentu tidak cukup. Makanya, kami sangat mengimbau supaya masyarakat membantu dalam pencegahan wabah DBD dengan cara melakukan pola hidup sehat di rumah masing-masing,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.