Suasana koordinasi mengurai kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk dengan bertemu pihak ASDP di Pelabuhan Ketapang. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Mengantisipasi penumpukkan kendaraan para pelaku perjalanan yang tertahan di wilayah sekitar pelabuhan Gilimanuk karena rapid test, dilakukan koordinasi ke Banyuwangi, Jumat (19/6) malam. Rapid test sebagai syarat kesehatan masuk pulau Bali diharapkan juga disediakan di Ketapang, Banyuwangi.

Rombongan dikoordinir langsung Kapolres jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, didampingi oleh Sekda Jembrana, Made Sudiada, Dandim 1617/ Jembrana, Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, para asiaten pemkab jembrana serta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jembrana. Mereka bertemu langsung General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni dan Wakapolres Banyuwangi.

Sudiada menjelaskan bahwa koordinasi dilaksanakan terkait jeda dua hari sejak diberhentikannya rapid test gratis di Pelabuhan Gilimanuk bagi awak kendaraan logistik oleh GTPP Provinsi Bali pada 18 Juni 2020. Pihaknya juga berkoordinasi terkait kesiapan pihak ASDP Ketapang melaksanakan rapid test dibantu pihak BUMN (kimia farma) pada Senin (22/6). “Kita koordinasi terkait kesiapan ASDP Ketapang melaksanakan rapid agar Gilimanuk lebih fokus rapid test bagi sopir dari Bali yang mau menyeberang ke Jawa” ujarnya.

Sehingga sopir yang masuk ke Bali dipastikan sehat.

Kapolres Adi Wibawa mengungkapkan bahwa kesiapan ASDP di Ketapang dalam melaksanakan rapid akan berdampak signifikan mengurai kemacetan di Gilimanuk akibat antrian rapid test serta membantu menekan angka transmisi lokal. “Beberapa hal yang memberikan hasil positif di Jembrana kita coba tularkan ke ASDP ini (Ketapang), begitu juga pada jajaran kepolisian setempat. Mudah-mudahan usaha ini dapat memberikan hasil terbaik bagi kita di Gilimanuk dan Ketapang,” ucap Adi.

Menurut Alweni, ASDP ketapang dibantu pihak swasta (Kimia Farma) siap melaksanakan tes bagi para pelaku perjalanan yang akan masuk ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang. Alweni juga merasa koordinasi yang dilakukan oleh Pemkab Jembrana ini sangat tepat. “Dengan begini, kita tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari saling back up untuk keselamatan bersama,” katanya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/balipost/public/wp-content/themes/balipost/includes/wp_booster/td_block.php on line 1009

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.