Jenderal TNI (purn) Pramono Edhie Wibowo. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Keluarga besar Korem 163/Wira Satya turut berduka cita atas meninggalnya mantan Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI (purn) Pramono Edhie Wibowo. Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia dalam usia 65 tahun, Sabtu (13/6) pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Almarhum beserta keluarganya sedang berlibur dan mendadak sakit dengan diagnosa serangan jantung.
“Kami kaget mendengar informasi atas berpulangnya mantan pimpinan kami, mantan Kasad Bapak Pramono Edhie Wibowo,” kata Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., Minggu (14/6).

Danrem menyampaikan keluarga besar Korem 163/Wira Satya mendoakan semoga segala amal baik almarhum semasa hidupnya diterima di sisinTuhan Yang Maha Esa. Brigjen Husein menilai Pramono Edhie Wibowo sebagai salah seorang sosok jenderal yang karirnya lengkap di TNI Angkatan Darat.

Semasa pengabdiannya berdinas di Kopassus dari perwira pertama menjabat Danton sampai pada jabatan Danjen Kopassus. Di luar itu, Pramono Edhie Wibowo pernah menduduki jabatan strategis sebagai Kasdam IV/Diponegoro, Pangdam III/Siliwangi, Pangkoatrad dan puncaknya sebagai Kasad.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum dan tindak lanjut petunjuk dari Mabesad maka seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat termasuk Korem 163/Wira Satya dan jajarannya di bawahnya mengibarkan bendera setengah tiang. “Pengibaran bendera setengah tiang ini dilaksanakan selama 7 hari mulai Hari Minggu (14/6),” tegas Danrem melalui rilis dikirim Penrem 163/Wira Satya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.