Prof. I Gde Parimartha. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Civitas Akademika Universitas Udayana (Unud) berduka. Pasalnya, Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. I Gde Parimartha, MA., berpulang, Prof. Parimartha meninggal di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) pada pukul 04.00 Wita, Selasa (16/2). Beliau meninggal karena sakit TBC dan gangguan Paru-Paru, namun tidak terjangkit COVID-19.

Prof. Parimartha meninggalkan diusia 77 tahun dengan meninggalkan seorang istri, 3 anak, dan 5 cucu. “Beliau sakit TBC dan Paru-Paru, tapi tidak ada Covid-19, karena 6 kali beliau swab hasilnya negatif Covid-19. Beliau meninggal jam 4 pagi di Rumah Sakit Bali Mandara,” ujar Ni Nyoman Kerti Asih, istri Prof. Parimartha, Rabu (17/2).

Baca juga:  Keluhkan Sejumlah Gejala Ini, Seorang Warga Desa Saba Positif COVID-19 Meninggal Dunia

Dikatakan, saat ini jenazah Prof. Parimartha masih dititipkan di RSBM. Sebab, prosesi upacara pengabenan belum ditentukan.

Disebutkannya, prosesi masih menunggu kepulangan anak kedua dari Belanda. “Tiang masih rembug (kapan dan dimana upacara pengabenan dilakukan,red), hari ini saya mau pulang dulu ketemu keluarga besar,” ujarnya.

Kehilangan sosok Guru Besar yang visioner, Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K). mengucapkan rasa belasungkawa meninggalnya Prof. Parimartha. “Saya selaku Rektor dan Civitas Akademika Unud turut berduka cita atas berpulangnya Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Semoga Atman bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Prof. Dr. Raka Sudewi, Rabu (17/2).

Baca juga:  Tabung Gas Bocor, Empat Dilaporkan Meninggal

Tidak hanya Civitas Akademika Unud yang berduka, Civitas Akademika Universitas Warmadewa (Unwar) juga turut kehilangan sosok “Guru Sejati” Prof. Parimartha. Pasalnya, setelah pensiun di Unud, Prof. Parimartha mengabdikan diri menjadi dosen di Unwar.

Tidak hanya itu, Prof. Parimartha juga merupakan Pembina Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali selaku Badan Hukum Penyelenggara Pendidikan Tinggi Universitas Warmadewa (Unwar). “Beliau adalah intelektual yang bersahaja, orang tua, guru, kolega, dan teman diskusi yang hangat dan visioner. Saya pribadi merasa kehilangan sosok intelektual yang selalu progresif dalam mencermati dan mengembangkan ide-ide, khususnya di bidang adat dan kebudayaan Bali,” ujar Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (Winatha/balipost)

Baca juga:  Disambut Positif, Rencana Pembangunan Bioskop di Besakih

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *