
AMLAPURA, BALIPOST.com – Salah seorang bocah berinisial NMRW asal Desa Labasari, Kecamatan Abang, dinyatakan meninggal dunia, pada Rabu (7/1).
Bocah perempuan tersebut meninggal diduga akibat terinfeksi penyakit rabies mengingat sebelumnya sempat digigit anjing liar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, NMRW sempat dicakar anak anjing liar pada bagian kaki sekitar tiga bulan lalu. Cakaran tersebut menimbulkan luka gores pada kaki NMRW. Peristiwa itu pun sempat dilaporkan kepada ibunya. Oleh ibunya itu, luka tersebut hanya dicuci menggunakan air. Selanjutnya kaki NMRW yang tergores itu diolesi lidah buaya. Kondisi NMRW pun membaik.
Karena kondisinya tak ada gejala apapun, pihak keluarga pun tak ada kecurigaan dan menganggap cakaran anjing tersebut tak berakibat fatal. Namun, pada Selasa (6/1) lalu, bocah delapan tahun itu mengalami demam usai pulang sekolah.
Saat itu, kondisi NMRW lemas. Oleh pihak keluarga pun dibawa menuju Puskesmas. Di sana NMRW diberikan obat penurun demam. Kondisi tersebut terus berlanjut. NMRW kesulitan meminum air bahkan memuntahkan kembali. Keluhan takut air dan angin memutuskan pihak keluarga membawa ke klinik terdekat.
Saat itu kondisinya kejang-kejang. Karena kondisinya terus memburuk, pihak klinik merujuk NMRW ke RSUD Karangasem untuk mendapat pengobatan lebih lanjut. Karena kondisi tersebut, pasien langsung mendapat perawatan intensif di ruang IGD sebelum akhirnya menjalani perawatan di ruang ICU. Hingga keesokan harinya (Rabu), kondisi NMRW kondisinya tak stabil. Kondisi pasien terus memburuk. Hingga akhirnya pada Rabu siang, pihak dokter RSUD Karangasem menyatakan NMRW meninggal dunia.
Direktur RSUD Karangasem, dr. Putu Angga Wirayogi membenarkan adanya pasien dengan kondisi tersebut. Hanya saja, pihak RSUD Karangasem belum berani memastikan apakah pasien NMRW ini mengalami sakit akibat gigitan anjing yang terinfeksi rabies atau tidak. ”Kami belum bisa pastikan, karena informasi yang kami terima, anjing yang menggigit tidak diketahui keberadaannya,” ucapnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Labasari, I Gede Geria membenarkan ada warganya yang terkena gigitan anjing liar. Akan tetapi, pihaknya belum bisa memastikan apakah kematian warganya tersebut akibat rabies atau karena faktor lain. ”Kami masih berkoordinasi dengan pihak keluarga. Nanti kami informasikan kalau ada perkembangannya,” ujar I Gede Geria. (Eka Parananda/balipost)










