Aparat kepolisian mendatangi TKP raibnya uang puluhan juta rupiah. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – I Kadek Suardika (41), warga Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan, Klungkung, kebingungan. Uang pinjaman Rp 50 juta yang baru saja dibawa dari Denpasar, tiba-tiba hilang saat ditaruh di dalam lemari rumahnya di Banjar Celepik Desa Tojan, Sabtu (6/6).

Padahal, uang pinjaman ini rencananya mau dipakai korban untuk melunasi hutang di Koppas Srinadi Klungkung.

Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta, mengatakan sebagaimana keterangan korban kepada polisi, korban datang dari Denpasar mengambil uang pinjaman sebesar Rp 50 juta yang rencananya akan dibayarkan melunasi hutang di Koppas Srinadi, Jumat (5/6) sekitar pukul 18.00 WITA. Guna memastikan jumlahnya, korban bersama Ni Ketut Budiasih (42) sempat menghitung uang tersebut.

Baca juga:
Hari Ini, Puncak Pujawali di Pura Taman Sari Desa Tojan

Setelah dipastikan genap, uang disimpan oleh korban di lemari kamarnya. Namun, Sabtu (6/6) pagi sekitar pukul 06.30 WITA, ketika korban hendak berangkat mengecek uang tersebut, dia sudah melihat pintu lemari sudah terbuka.

Dia merasa tidak ada hal mencurigakan saat malam itu. Dia semakin curiga terhadap keberadaan uang yang dia simpan di lemarinya. Ternyata uang sebesar Rp 50 juta sudah tidak ada di tempatnya menyimpan semula.

Baca juga:
Maling Sasar Tower di Klungkung

Uang Rp 50 juta raib dibawa kabur maling. Dia lantas melaporkan kejadiannya ke Polsek Klungkung.

Petugas kepolisian dari Polsek Klungkung langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Tidak banyak petunjuknya yang bisa dipakai pihak kepolisian untuk mengejar pelakunya.

Sebab, di TKP sangat minim bukti dan saksi yang bisa mengarahkan polisi pada keberadaan pelakunya. Meski demikian polisi tetap melakukan lidik, berbekal seluruh petunjuk di lapangan. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.