GM PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa (kanan) disela-sela penyerahan motor listrik. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wabah COVID-19 berdampak ke semua sektor, termasuk urusan listrik. Setelah tiga bulan, PLN sebagai penyedia listrik merasakan dampak ini demikian juga dengan pelanggannya.

“Pelanggan kami khususnya yang bisnis sangat terdampak. Ada penurunan pemakaian listrik pelanggan bisnis sedangkan pemakaian pelanggan rumah tangga mengalami kenaikan,” ujar GM PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa disela-sela penyerahan motor listrik kepada Kelompok Media Bali Post di kantor PLN UID Bali, Rabu (3/6).

Ia mengatakan PLN tidak menghitung kerugian. PLN saat ini fokus bagaimana menjaga operasional agar pelanggan tetap terlayani. “Listrik rumah tangga harus tetap hidup karena anak buat tugas, ortu kerja dari rumah (work from home). Masyarakat juga perlu hiburan di rumah. Ini semua memerlukan listrik. Karena itu konsumsi listrik rumah tangga mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Baca juga:  Fasilitas Sepeda Air Milik Pemkab Jadi Rongsokan

Terkait pelanggan baru, Suwarjoni mengatakan ada tapi relatif turun. Per bulan biasanya ada 6.000 pelanggan baru. Namun, sejak Maret hanya ada 5.000-an. Mereka kemungkinan sudah mengamprah listrik sebelum wabah COVID-19 melanda.

Untuk menjaga agar pelanggan tetap terlayani, hampir 55 persen karyawan PLN tetap kerja. Semua pun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Jika ada keluhan, pelanggan bisa menghubungi call center 123. Atau bisa langsung ke loket terdekat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Ini kondisi abnormal yang jauh lebih buruk dari krisis moneter. Yang terdampak seluruh masyarakat. Kita tidak tahu kapan ini berakhir,” ujarnya.

Baca juga:  Polda Metro Periksa Terpidana di Posbakum LP Kerobokan

Ia mengatakan PLN punya tiga skenario yakni kondisi pesimis, berakhir 2021; kondisi moderat, berakhir 2020; dan kondisi optimis, berakhir Agustus 2020. “Ini masih tanda tanya. Tiap hari kami lakukan evaluasi. Yang terpenting menjaga kami tetap bisa melakukan operasional dan pelanggan terlayani,” tegasnya.

Ke depan, PLN UID Bali sudah mempersiapkan new normal. Mereka tetap perhatikan protolol kesehatan. Salah satunya, tidak ada ruang rapat yang tempat duduknya berdekatan. Ada jarak antara satu kursi dengan kursi lainnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.