Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Belasan kasus baru positif COVID-19 dilaporkan terjadi pada Senin (1/6). Dari keseluruhan kasus baru ini, hampir sekitar 75 persennya terjadi di dua daerah.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, kumulatif kasus yang ditangani Bali sebanyak 482 atau bertambah 17 kasus dari sehari sebelumnya. Penambahan kasus baru ini adalah seluruhnya WNI.

Dilihat dari kategori penularannya, terdiri dari 8 orang naker migran dan 9 orang transmisi lokal.

Dewa Indra juga melaporkan tambahan satu orang pasien positif yang meninggal dunia. Yakni satu orang WNI yang riwayat penularannya karena transmisi lokal.

Kasus sembuh juga bertambah sebanyak 5 orang sehingga total pasien sembuh mencapai 334 orang dari sebelumnya 229. Pasien sembuh kini terus mengalami penurunan persentase. Jumlahnya mencapai 69,29 persen dari total kasus.

Sedangkan untuk kasus aktif (masih dirawat), berjumlah 143 orang. Mereka berada di 8 rumah sakit, dan tempat karantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering.

Jika dilihat dari penyebarannya di https://pendataan.baliprov.go.id, ada dua daerah yang menyumbangkan sebanyak 12 kasus atau sekitar 75 persen dari 17 kasus baru yang dilaporkan pada Senin.

Kedua daerah ini adalah Denpasar dan Bangli. Masing-masing secara rata mencatatkan penambahan 6 pasien positif baru.

Untuk penyebaran kasus positif COVID-19 di Bali, dua daerah ini juga masih berada di posisi teratas jumlah warga terbanyak yang terjangkit COVID-19. Keduanya berada posisi teratas dengan jumlah 96 warga terjangkit, masing-masing bertambah 6 kasus.

Sementara itu, Buleleng mengekor di posisi kedua dengan jumlah warga positif mencapai 89 orang. Badung ada di posisi ketiga dengan 55 kasus, bertambah 2 kasus baru.

Kemudian Gianyar di posisi keempat dengan jumlah 34 kasus. Karangasem di posisi kelima dengan jumlah kasus 31 orang.

Keenam adalah Klungkung yang kini jumlah warga terjangkitnya mencapai 27 orangm bertambah 3 orang. Lalu, Tabanan ada di posisi ketujuh dengan 20 kasus. Posisi kedelapan adalah Jembrana dengan jumlah 17 kasus.

Transmisi Lokal Masih Tambah

Hingga saat ini umulatif kasus kategori transmisi lokal dan PPLN, berdasarkan data dari https://infocorona.baliprov.go.id, selisihnya semakin tipis. Untuk PPLN jumlahnya mencapai 226 orang (46,89 persen), bertambah sebanyak 8 orang dari 24 jam sebelumnya.
Sementara untuk transmisi lokal jumlahnya 213 orang (44,19 persen), bertambah 9 orang.

Terdapat pula kategori pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang mencapai 35 orang (7,26 persen). Serta WNA dengan jumlah 8 orang (1,66 persen).

Pada jenis transmisi lokal, Buleleng masih menduduki posisi teratas dengan jumlah warga terjangkit 60 orang. Posisi kedua untuk penyebaran jenis transmisi lokal ini dipegang Bangli dengan jumlah kasus 45 orang.

Kemudian posisi ketiga adalah Denpasar dengan 43 kasus, bertambah 4 kasus dalam sehari. Posisi keempat adalah Badung dengan total kasus 32 orang, tambah 2 kasus.

Kelima adalah Karangasem dengan jumlah 15 orang. Gianyar menduduki posisi keenam dengan 6 kasus. Posisi ketujuh adalah Klungkung dengan 8 kasus, tambah 3 warga terjangkit.

Kedelapan adalah Tabanan dengan 3 kasus. Sedangkan Jembrana ada di posisi kesembilan dengan 1 kasus. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.